Pancasila Pedoman Menjalani Kehidupan Memuat Nilai-nilai Baik dan Tidak Menyimpang - Soeara Moeria

Breaking

Thursday, 16 January 2020

Pancasila Pedoman Menjalani Kehidupan Memuat Nilai-nilai Baik dan Tidak Menyimpang

Nabilatus Sarokha.
Oleh : Nabilatus Sarokha, mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Prodi  Administrasi Negara 1E Universitas Islam Malang (UNISMA)
       
Mengenai Hilangnya Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Pancasila ialah ideologi dasar bagi bangsa Indonesia. Kata Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu “Panca” yang berarti lima dan“sila” yang artinya rumusan atau pedoman.  

Pancasila   lahir   sebagai   ideologi   tentu melewati   proses   politik,   sebelum   kelima   rumusan   Pancasila   ditetapkan   dandisahkan.   Pancasila   menjadi   landasan   keputusan   bangsa   Indonesia   yang mencerminkan kepribadian bangsa serta mengatur   pemerintahan   negara.  

Artinya,dalam membuat keputusan dan kebijakan semuanya harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Terdapat lima butir utama rumusan Pancasila yaitu ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan   yang   adil   dan   beradab,   persatuan   Indonesia,   kerakyatan   yang dipimpin   oleh   hikmat   kebijaksanaan   dalam   permusyawaratan   /   perwakian   dan keadilan   sosial   bagi   seluruh   rakyat   Indonesia.   Kelima   rumusan   Pancasila   ini merupakan nilai-nilai dasar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warganegara   Indonesia   yang   baik   sudah   kewajiban   kita   untuk   menjadikan   Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan   adanya   Pancasila   sebagai   ideologi   bangsa   Indonesia   dalam kehidupan bernegara maka diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dengan   baik,   sehingga   tidak   terjadi   konflik   yang   bertentangan   dengan   nilai Pancasila.  Namun   pada kenyataannya, saat   ini  masyarakat mulai   kehilangan  jatidirinya   dalam  arti   nilai-nilai   ideologi  bangsa   yang  seharusnya  menjadi   pedoman dalam  berbangsa   dan bernegara   mulai  menghilang  dalam   kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai ideologi juga saat ini hanya menjadi ideologi semboyan oleh para penguasa.  

Aplikasi   nilai  Pancasila   di  lapangan   jauh  dari  cita-cita   dan   nilai  yang terkandung didalamnya. Dalam   kehidupan   berbangsa   dan   bernegara   nilai-nilai  Pancasila   yang seharusnya   menjadi   implementasi   keteladanan   masyarakat  dan   pejabat   negara dalam   bertindak   saat   ini   sudah   tidak   diimplementasikan.   Salah   satu   contohnya adalah  dengan   terjadinya   praktek korupsi  yang   sangat   tinggi di Indonesia.  Akhir-akhir   ini  banyaknya  masyarakat   biasa  dan  pejabat   negara  yang   korupsi,  hal  ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak tertanam dengan baik di dalam diri masyarakat bangsa Indonesia. 

Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya merupakan jatidiri bangsa Indonesia seharusnya tunduk kepada ego dan nafsu godaan dunia yang menjebak bangsa Indonesia ke dalam perangka besi. Pancasila  merupakan sumber nilai anti korupsi,  korupsi kini menjadi masalah paling utama di Indonesia yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Didalam sila pertama yaitu “Ketuhanan yang Maha  Esa”.   Korupsi   merupakan   suatu perbuatan  yang dosa besar. Sebagai  bangsa yang dikenal religus, tentunya  kasus korupsi ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila  terutama sila pertama.

Seharusnya   masyarakat   maupun   pejabat   mampu   mengimplementasikan   sila pertama   ini   dengan   baik,   karena   hal   ini   merupakan   dasar   untuk   menjalankankehidupan sehari-hari.Pada   sila   kedua   Pancasila,   yaitu   “Kemanusiaan   yang   adil   dan   beradab”.Korupsi   membuat   yang   kaya   semakin   kaya   dan   yang   miskin   semakin   miskin.Semakin   tinggi   jabatan   seseorang,   maka   semakin   merasa   bebas   ia   untukmengambil   hak   orang   lain.   Korupsi   yang   dilakukan   oleh   para   pejabat   negaramembuat   hak   yang   seharusnya   didapatkan   oleh   masyarakat   biasa   menjadiberkurang   atau   bahkan   hilang.   Akibatnya   juga   adab   pejabat   negara   yangseharusnya baik dan merupakan contoh masyarakatnya menjadi hilang. Hal ini juga menyebabkan hilangnya  kepercayaan  masyarakat terhadap pejabat  negara. Makakorupsi juga bertentangan dengan sila ke dua ini.Pada sila kelima yaitu “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Korupsi itu menggerogoti  kekayaan  negara  yang ujung-ujungnya memiskinkan  negara danjuga rakyatnya. Uang yang diambil oleh para koruptor seharusnya digunakan untuk mensejahterakan   negara   dan   rakyatnya.   Tetapi,   akibat   ulah   mereka   keuntunganyang   seharusnya   didapatkan   oleh   seluruh   rakyat   menjadi   tidak   ada.   Karena dewasanya, seseorang yang   dipercaya menjadi wakil rakyat  harus   mementingkan kepentingan   rakyatnya   bukan   kepentingan   pribadi.   Sehingga   sila   keadilan   ini menjadi tidak terlaksana. Contoh lain yang jelas untuk membuktikan bahwa generasi muda saat ini mulai bertolak   belakang   budaya   Indonesia   seperti   kebiasaan   mabuk-mabukan,   seks bebas, konsumsi narkoba, hedonisme dan yang sedang marak yaitu kasus bullying terhadap   sesama   teman.   

Bullying   atau   penindasan   merupakan   tindakan   yang dilakukan   seseorang   terhadap   seseorang   lainnya   dengan   tujuan   untuk merendahkan,   memojokkan,   menghina,   hingga   melakukan   kekerasan   fisik.Begitu banyak pemuda di luar  sana yang telah melakukan bullying, baik disengaja ataupun  tidak  disengaja  kepada   teman sebayanya. Hal  yang disebabkan   karena masalah kecil berlanjut hingga berujung pertikaian dimana kejadian tersebut menjadicontoh nyata yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini. Permasalahan   yang  mereka   alami  pada   umumnya  berawal   dari  perbedaan pendapat di media sosial atau mereka yang tertarik meniru sikap yang dipikirnya seperti   tindakan   jagoan.   Seperti   contoh   kasus   bullying   yang  pernah  terjadi  diIndonesia  kepada siswi SMP di Thamrin City, Jakarta,  yang videonya   juga  sempatviral di media sosial, dimana salah satu siswi SMP dikelilingi sejumlah siswi lainnya hingga terjadi kekerasan pada korban dan diakhir video tersebut sikorban diperintahuntuk mencium tanga n pelaku pembulian.Jika   dilihat   dari   sudut   pandang   Pancasila   terutama   sila   kedua   yaitu “Kemanusiaan yang  adil   dan beradab”, perilaku  tersebut  sangat menyimpang darinilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di dalam sila kedua, dijelaskan bahwa kita harus   menjunjung   tinggi   dan   menghormati   hak   asasi   manusia.  

Selain   itu,  juga terdapat  kandungan   nilai  untuk menjadi   manusia  beradab yang   harus   memenuhin orma yang berlaku serta memperlakukan manusia lainnya sebagaimana mestinya. Solusi   yang   saya  sarankan   disini  bahwasanya  pemerintah   arus  mengambil keputusan cepat yakni dengan membuat regulasi yakni dalam  domain pendidikan, yakni   melibatkan   mahasiswa   untuk   melakukan  pendidikan  berbasis   Pancasila  disetiap daerah untuk mensosialisasikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sedikithilang.  Untuk   kasus   korupsi  sendiri  pemerintah   harus   tegas   dalam   menghukum orang-orang  yang   sudah terlibat  didalamnya   agar tidak   ada  lagi  orang   lain yangberani untuk melakukan korupsi. Pemerintah juga seharusnya memantau lingkungan para korupsi ditahan agar hidup mereka tidak selalu sejahtera sehingga mereka puntidak merasakan efek jera. Dalam kasus   bullying peran orang  tua dan pendidikan  sangat penting  dalam membentuk karakter sang anak agar tidak  melakukan   perbuatan   yang   merugikan orang lain. Maka diperlukan adanya pengawasan dan pembelajaran yang lebih agaranak dapat mengerti hal-hal yang mereka lakukan. Perlunya perhatian dari sekolahdan   lingkungan   dalam   pembentukan  pelajar  yang   bermoral.  

Dengan   lingkunganyang terdiri dari orang-orang positif maka moral yang ada pada diri pelajar pun akanpositif   karena   lingkungan   sebagai   pedoman  mendasar  pada   diri   manusia   ketikaberinteraksi   dengan   lingkungannya   dan   tindakan   manusia   dalam   lingkungannya (Malisi & Nadiroh, 2017). Pancasila sebagai ideologi negara dan pedoman menjalani kehidupan dengan memuat nilai-nilai  yang baik  dan tidak  menyimpang.  Oleh karena itu Pancasila perlu sekaliuntuk   diaktualisasikan,   karena  didalam  Pancasila   mengandung   nilai-nilai   yang sangat luhur dan  mulia yang telah digali  dari kehidupan bangsa  Indonesia sendiri. Apabila   nilai  Pancasila   telah  teraktualisasi   dengan  baik,   maka  bangsa   Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan damai.

No comments:

Post a comment