Politik Uang Rusak Demokrasi dan Picu Praktik Korupsi - Soeara Moeria

Breaking

Sunday, 10 March 2019

Politik Uang Rusak Demokrasi dan Picu Praktik Korupsi

Sosialisasi Bawaslu kepada masyarakat nelayan Ujungwatu.
Jepara, soearamoeria.com
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jepara kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengawasi setiap tahapan pemilu. Kali ini Bawaslu menyasar masyarakat nelayan di pinggiran laut utara Jepara, tepatnya di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Bawaslu mengajak masyarakat nelayan wujudkan pemilu 2019 yang berintegritas dan bermartabat dengan menolak segala bentuk politik uang, hoaks dan sara.

Acara sosialisasi pengawasan partisipatif digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungwatu Donorojo Jepara pada Sabtu (9/3/2019). Acara dihadiri Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko, Komisioner Bawaslu Jepara Kunjariyanto, Ketua Panwascam Donorojo M. Zainuri, PPK Donorojo dan kelompok nelayan yang bergabung dalam Paguyuban Nelayan Sido Rukun dan Sumber Rejeki.

Sujiantoko, Ketua Bawaslu mengajak kepada masyarakat Ujungwatu untuk tetap menjaga kondusifitas saat pemilu dan menjadi pemilih yang cerdas, dengan menolak hoaks, isu sara, dan politik uang.

“Saya sangat yakin masyarakat Ujungwatu ini walaupun beda pilihan, namun tetap guyub rukun, mari kita mensukseskan pemilu 2019 tanpa politisi agama maupun saling hasut. Kondisi masyarakat yang majemuk tentu menjadikan kita banyak perbedaan baik dalam menentukan pilihan maupun sikap, untuk itu kami mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan guyub rukun, apapun pilihan anda kita tetap satu yaitu NKRI. Mari kita ciptakan pemilu damai , sejuk, berintegritas dan bermartabat,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan nelayan untuk menolak praktik politk uang. Menurutnya politik uang tidak hanya merusak demokrasi namun juga memicu praktik korupsi. Terjadinya korupsi merupakan salah satu efek jangka pendek daripada politik uang, hal tersebut terjadi karena praktik tersebut adalah bagian dari meningkatkan biaya operasional politik.

Sementara itu Ketua Panwascam Donorojo, M. Zaenuri mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan walaupun tensi politik di pemilu 2019 meningkat. Banyaknya partai politik dan calon anggota legislatif yang  harus dipilih dalam pemilu serentak 17 April mendatang dapat  berpotensi terjadinya persaingan  antar  calon yang tidak sehat, sehingga dibutuhkan kecerdasan dalam memilih tanpa terprovokasi.

“Banyaknya persaingan antar calon legislatif yang tidak sehat biasanya persoalan mulai muncul. Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu atau kabar yang sifatnya menghasut atau mengadu domba. Jangan gara-gara perbedaan pilihan politik memudarkan persaudaraan kita,” imbaunya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi tiap tahapan pemilu, dengan melaporkan setiap terjadinya pelanggaran pemilu kepada Panwas terdekat. “Apabila warga masyarakat mendapati pelanggaran pemilu, diharapkan untuk segera  menyampaikan  informasi  tersebut kepada Panwas terdekat. Di samping kami melakukan patroli pengawasan bersama  jajaran, kami juga sangat mengharapkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu tiap tahapan,” pungkasnya

Selain mengajak masyarakat untuk menjadi pengawas partisipatif, Bawaslu Jepara juga memberikan sosialisasi surat suara pemilu 2019 yang berjumlah lima berikut jenis-jenis warnanya, meliputi ; pilpres (abu-abu), DPD (merah), DPR RI (kuning), DPRD Provinsi (biru), dan DPRD Kabupaten (hijau). Acara sosialisasi pengawasan partisipatif sasaran komunitas nelayan Ujungwatu bersama Bawaslu Jepara berjalan meriah dengan hiburan musik dangdut khas pesisir. (sm)

No comments:

Post a comment