Notification

×

Iklan

Iklan

Guru SD di Jawa Tengah Ikuti Bimtek Pelindungan Bahasa Daerah

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:39 WIB Last Updated 2026-05-21T07:56:14Z
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Bimbingan Teknis Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah Jenjang Sekolah Dasar (SD) pada Minggu—Rabu, 17—20 Mei 2026. 


Semarang, soearamoeria.com - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Bimbingan Teknis Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah Jenjang Sekolah Dasar (SD) pada Minggu—Rabu, 17—20 Mei 2026. 


Bimtek Guru Utama selama empat hari tersebut diikuti 105 guru SD dan 7 pengawas SD dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ada 21 pakar bahasa dan sastra yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 


Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati S.Pd., M.Hum., menyampaikan terima kasih kepada para pakar yang telah bersama-sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dalam Program Pelindungan Bahasa Daerah. Laily mengajak peserta bimtek agar mendiseminasikan materi yang diperoleh selama bimtek kepada guru sejawat dan siswa di daerahnya.


“Materi yang diterima dari pakar dan akan diimbaskan oleh peserta bimtek ini di wilayah masing masing meliputi tujuh materi, yakni membaca dan menulis aksara Jawa, menulis cerkak, macapat, mendongeng, pidato, komedi tunggal (ndhagel ijen), serta membaca geguritan,” ungkap Laily di Gedung Balairung pada Selasa, 18 Mei 2026.


Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Adi Budiwiyanto, M.Hum., mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tantangan serius dalam pelindungan bahasa daerah, yaitu orang tua kurang dalam mewariskan bahasa daerah kepada anak-anak. 


Oleh karena itu, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra berupaya agar bahasa daerah tetap hidup melalui revitalisasi bahasa daerah, salah satunya melalui Bimtek Guru Utama ini. 


“Indikator keberhasilan bimtek ini yang sebenarnya ialah saat guru peserta bimtek dapat melakukan pengimbasan. Diharapkan anak-anak di Jawa Tengah kembali akrab dengan bahasa ibu, bahasa Jawa,” kata Adi Budiwiyanto saat membuka secara resmi kegiatan bimtek melalui Zoom.


Adi menambahkan bahwa bahasa daerah bukan sekadar dokumentasi dan edukasi, melainkan juga memori kolektif. Bahasa daerah menjadi wadah kearifan lokal. 


“Guru menjadi ujung tombak dalam pelindungan bahasa daerah ini. Guru harus memberikan waktu lebih yang berkaitan dengan bahasa daerah,” jelasnya. (as)

close close