Notification

×

Iklan

Iklan

Widyaiswara Bapelkum Semarang Dorong CPNS Bappenas Jadi Pelopor Inovasi Pelayanan

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:03 WIB Last Updated 2026-05-19T07:03:51Z

Seminar Laporan Aktualisasi yang dipandu Dr. Muh Khamdan, Widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Kementerian Hukum, berlangsung di Ruang virtual Zoom Meeting pada Rabu, 13 Mei 2026. 


Semarang, soearamoeria.com - Ruang virtual Zoom Meeting pada Rabu, 13 Mei 2026, dipenuhi wajah-wajah muda aparatur sipil negara yang bergantian mempresentasikan gagasan perubahan. 


Dari layar-layar komputer itu, terlihat bagaimana semangat reformasi birokrasi tumbuh dalam forum Seminar Laporan Aktualisasi yang dipandu Dr. Muh Khamdan, Widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Kementerian Hukum. 


Sebanyak 11 peserta dari Kementerian PPN/Bappenas, RSUD Indramayu, dan Inspektorat Daerah Kayong Utara, Kalimantan Barat, mengikuti forum yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut.


Seminar aktualisasi itu bukan sekadar agenda formal pelatihan dasar CPNS. Di balik presentasi dan paparan data, tersimpan upaya para ASN muda menghadirkan solusi nyata atas persoalan birokrasi di instansi masing-masing. Tema-tema yang diangkat bergerak dari penguatan tata kelola keuangan, sistem hibah luar negeri, hingga efektivitas pengelolaan proyek strategis nasional.


Suasana forum berlangsung serius, tetapi tetap cair. Satu per satu peserta memaparkan inovasi di hadapan penguji dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta, Syahrul Bayuadi. 


Pertanyaan demi pertanyaan muncul untuk menguji ketepatan implementasi, keberlanjutan program, hingga dampak nyata terhadap pelayanan publik. Para peserta tampak berusaha menjawab dengan argumentasi berbasis data dan pengalaman lapangan.


Niken Nuraini Nissa, seorang perencana pada bagian kerja sama luar negeri Bappenas, menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian. 


Ia mempresentasikan “Global Fund Flow”, sebuah panduan operasional pengelolaan dan pengembangan kerja sama pembiayaan serta hibah luar negeri. Menurutnya, inovasi itu lahir dari kebutuhan sinkronisasi pengelolaan hibah agar lebih efektif, terukur, dan mudah dipahami lintas unit kerja.


Sementara itu, Muhammad Jodi Pratama, statistisi di lingkungan Bappenas, memperkenalkan “Proper SBSN”. Inovasi tersebut dirancang sebagai upaya transformasi pengelolaan proyek Surat Berharga Syariah Negara agar lebih sistematis dan akuntabel. Melalui pendekatan digital dan tata kelola terintegrasi, ia berharap pengelolaan proyek SBSN dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


Gagasan lain datang dari Tyas Anung Wening yang bertugas di Direktorat Pemerintahan Keuangan Daerah dan Transfer Daerah. Ia memperkenalkan “DAK FRAME”, sebuah kerangka operasional perencanaan Dana Alokasi Khusus yang disusun berdasarkan regulasi dan kebutuhan daerah. Inovasi itu dimaksudkan untuk mempermudah sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah agar implementasi anggaran lebih efisien.


Bagi sebagian peserta, seminar aktualisasi menjadi pengalaman pertama mempresentasikan gagasan perubahan di hadapan penguji nasional. Namun tekanan itu justru memantik kepercayaan diri mereka. Sejumlah mentor dari Kementerian PPN/Bappenas, RSUD Indramayu, dan Pemerintah Daerah Kayong Utara tampak aktif memberikan dukungan selama proses seminar berlangsung.


Dr. Muh Khamdan mengatakan aktualisasi tidak boleh berhenti sebagai kewajiban administrasi pelatihan. Menurut dia, inovasi harus benar-benar hidup dalam budaya kerja ASN. Ia mendorong para peserta untuk menjadikan nilai BerAKHLAK sebagai fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan kolaboratif.


Dalam forum itu, Khamdan juga menantang para ASN muda agar berani menjadi pelopor perubahan di unit kerja masing-masing. Ia menilai birokrasi masa depan membutuhkan aparatur yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga mampu membaca tantangan zaman dan menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Menjelang seminar berakhir, optimisme terasa menguat. Dari ruang virtual sederhana, lahir berbagai gagasan yang memperlihatkan wajah baru birokrasi Indonesia, lebih muda, lebih adaptif, dan lebih berani berinovasi. Di tengah tantangan pelayanan publik yang terus berkembang, para ASN muda itu menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dikerjakan secara konsisten.

close close