![]() |
| Pengurus Rohis Indonesia Komisariat SMK Negeri 4 Purworejo adakan acara bertajuk Pelatihan Juru Sembelih Halal dan Manajemen Qurban pada Senin, 18 Mei 2026. |
Purworejo, soearamoeria.com - Pengurus Rohis Indonesia Komisariat SMK Negeri 4 Purworejo adakan acara bertajuk Pelatihan Juru Sembelih Halal dan Manajemen Qurban pada Senin, 18 Mei 2026. Acara yang berlangsung di lingkungan SMK N 4 Purworejo ini diikuti seluruh taruna taruni.
Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I selaku koordinator kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
"Kami atas nama panitia mengucapkan selamat untuk mengikuti kegiatan. Saya harap acara hari ini bermanfaat sebagai bekal kalian pada saat nanti terjun di masyarakat ketika terlibat dalam kegiatan Idul Adha yang tinggal menghitung hari." ujarnya.
Kepala SMK Negeri 4 Purworejo, Dra. Indriati Agung Rahayu, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan harapan besar kepada para taruna taruni peserta pelatihan.
"Kegiatan ini adalah dari anak, oleh anak, dan untuk anak. Yang nantinya akan bermanfaat untuk kalian. Saya harap para taruna taruni yang disiplin harus ikut terlibat aktif pada saat Idul Adha. Jangan hanya duduk-duduk sambil ngobrol dan mainan HP. Tapi betul-betul memahami apa yang menjadi tugasnya. Terlebih setelah hari ini mengikuti kegiatan pelatihan," tandasnya.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Juanda, S.AP. selaku narasumber yang merupakan Instruktur Juleha BNSP. Dalam paparannya disampaikan tentang pentingnya memahami tentang syarat sembelih halal.
"Jadi sebagai seorang Juleha bukan hanya mampu menyembelih saja tetapi juga memahami syariat dalam penyembelihan termasuk juga manajemen qurban" paparnya.
Dalam presentasinya, Juanda juga menyampaikan materi seputar masalah yang sering terjadi di masyarakat pada saat proses penyembelihan.
"Banyak kita lihat di tv atau tayangan di media sosial ada yang ditendang sapi, hewan masuk parit, bahkan pisau patah saat menyembelih. Jadi kita harus memakai APD sebagai pelindung seperti masker, helm, kaca mata, sarung tangan, apron, dan sepatu booth. Selain itu, senjata atau pisau yang digunakan untuk menyembelih juga harus tajam agar hewan yang disembelih tidak merasakan sakit apalagi sampai disayat-sayat. Itu namanya tidak ihsan," pungkasnya.
Selama acara berlangsung para peserta nampak sangat antusias dan bersemangat. Terlihat pada saat sesi diskusi tanya jawab maupun praktik. Materi selama pelatihan meliputi fiqih qurban, manajemen qurban, juga praktik sembelih hewan ruminansia. Dimana para peserta mendapatkan kesempatan untuk praktik sembelih kambing secara langsung. (ah)
