Personality Development, Awali Perkuliahan Alternatif Griya Peradaban - Soeara Moeria

Breaking

Saturday, 16 January 2021

Personality Development, Awali Perkuliahan Alternatif Griya Peradaban

 

Perkuliahan alternatif Griya Peradaban. (Foto: Mega)
Semarang, soearamoeria.com – Perkumpulan Griya Peradaban mengawali Perkuliahan Alternatif pada pertemuan pertama pada Sabtu (16/01/2021) dengan membahas Personality Development. Jajang Jalaludin, Koordinator Aktivis Griya Peradaban menjelaskan bahwa materi ini menjadi materi awal di program kuliah alternatif yang setidaknya memiliki tujuan agar pembelajar mampu memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri mereka, sehingga menjadi pribadi yang luar biasa serta mampu menghadapi segala perubahan zaman. 


Pada pertemuan pertama ini, menghadirkan dua pemateri, yaitu Husnul Khotimah, penerima beasiswa LPDP Santri di Universitas Gajah Mada Yogjakarta dan Ibnu Fikri Ghazali yang merupakan Ketua Tanfidziyah PCI NU Pakistan sekaligus Duta Internasional Griya Peradaban. Kedua pemateri menyampaikan masing-masing subtema yang berbeda dan kali ini sebagai moderator adalah Fuad Zakiyyah Iffa Al Rosyada, Aktivis Griya Peradaban.


Husnul Khotimah memaparkan poin penting dalam hal pengembangan diri di antaranya; “Mengembangkan diri dapat memperjelas tujuan hidup, meningkatkan kemampuan dan potensi, menciptakan peluang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sendiri,” ucap wanita usia 24 tahun ini. 


Selanjutnya, ia juga memperjelas beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkannya, salah satunya memotivasi diri sendiri. Memahami potensi diri dapat dilakukan dengan mengenali potensi diri sendiri tanpa sibuk memperhatikan kelebihan orang lain. Setiap individu harus mau belajar dengan hal baru dan siap menerima masukan untuk hal yang sifatnya membangun.


Sementara itu, Ibnu Fikri Ghazali mengulas pengalamannya saat berusaha kuliah di Pakistan dengan menerapkan makna proses dan kesabaran dalam mencapai keberhasilan. Ia menjelaskan pribadi yang berhasil adalah pribadi yang selalu bergerak. “Karena di setiap pergerakan itu memiliki keberkahan, dan hal itu merupakan wujud pengembangan diri dalam mencapai keberhasilan yang dicita-citakan,” jelasnya. 


Lebih lanjut, ia juga menyampaikan tiga hal yang dipahami dalam menjaga eksistensi seseorang, yaitu etika, etik dan kode etik. (me)

No comments:

Post a comment