Notification

×

Iklan

Iklan

Tim PPK Ormawa Adbis Undip Dampingi Pengembangan Produk UMKM Banyumeneng

Sabtu, 05 September 2026 | 18:00 WIB Last Updated 2026-09-05T11:00:27Z

Produk pisang gembul bikin warga. 


Demak, soearamoeria.com - Pengembangan UMKM di Desa Banyumeneng terus dilakukan melalui pendampingan yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Tim PPK Ormawa HMPS Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro melaksanakan pendampingan bersama Ibu Istiqomah dalam produksi keripik pisang dan Ibu Khonifah dalam produksi keripik singkong sebagai salah satu kelompok pelaku usaha. 


Kegiatan yang berlangsung di rumah masing-masing pelaku usaha ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas produk sekaligus kapasitas usaha UMKM Desa Banyumeneng.


Pendampingan bersama Ibu Istiqomah dilakukan melalui proses produksi keripik pisang. Tim PPK Ormawa mendampingi proses pengolahan sekaligus memberikan masukan terkait teknik produksi dan kualitas produk. 


Pembahasan juga diarahkan pada aspek pengemasan dan pengembangan produk agar keripik pisang yang dihasilkan memiliki nilai tambah serta lebih siap untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.


Proses pendampingan dilakukan secara langsung dengan melihat tahapan produksi yang telah dijalankan. Melalui proses tersebut, evaluasi dapat dilakukan berdasarkan kondisi usaha yang sebenarnya, sehingga masukan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha.


Pada waktu yang sama, pendampingan juga dilakukan bersama Ibu Khonifah dalam produksi keripik singkong. Kegiatan ini berfokus pada proses produksi dan peningkatan kualitas produk sebagai bagian dari pengembangan kapasitas usaha. Tim PPK Ormawa turut memberikan masukan yang dapat diterapkan dalam proses pengembangan produk agar usaha dapat berjalan lebih optimal.


Selain aspek produksi, pendampingan bersama Ibu Khonifah juga menyentuh sisi digitalisasi transaksi melalui pembuatan kode QRIS. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan alternatif pembayaran non-tunai bagi konsumen sekaligus mempermudah proses transaksi dalam kegiatan usaha sehari-hari.


Dua pendampingan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan setiap pelaku UMKM dapat berbeda. Jika pada produksi keripik pisang perhatian lebih banyak diarahkan pada teknik pengolahan, pengemasan, dan pengembangan produk, pendampingan keripik singkong turut memperhatikan kemudahan transaksi melalui sistem pembayaran digital.


Dalam kegiatan ini, Tim PPK Ormawa HMPS Administrasi Bisnis Undip berperan sebagai mitra pendamping yang membantu mengevaluasi proses dan memberikan masukan berdasarkan kebutuhan masing-masing usaha. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada hasil produksi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga pada hal-hal yang dapat dikembangkan oleh pelaku usaha setelah kegiatan selesai.


Pendampingan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian penguatan kapasitas UMKM di Desa Banyumeneng. Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan proses produksi, peningkatan kualitas dan kemasan, hingga pemanfaatan teknologi dalam transaksi. Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing.


Ke depan, proses pendampingan akan terus diarahkan pada penguatan kualitas produk, pengembangan usaha, legalitas, hingga pemasaran. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku UMKM di Desa Banyumeneng diharapkan semakin mampu mengembangkan usahanya secara mandiri serta meningkatkan daya saing produk lokal.

close close