Notification

×

Iklan

Iklan

Hampir 9.000 Siswa Serentak Ikuti CBT OSKANU, Uji Infrastruktur Digital Pendidikan NU

Rabu, 02 September 2026 | 08:54 WIB Last Updated 2026-09-02T01:54:51Z

Uji coba Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh kader NU Jawa Tengah.


Semarang, soearamoeria.com - Transformasi digital di lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah memasuki babak baru. Hampir 9.000 peserta Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) secara serentak mengikuti uji coba Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh kader NU Jawa Tengah.


Uji coba dalam skala besar tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana infrastruktur digital pendidikan NU mampu menangani ribuan pengguna dalam waktu bersamaan.


Hasilnya cukup menggembirakan. Aplikasi CBT dapat digunakan secara serentak oleh hampir 9.000 peserta dan tidak ditemukan permasalahan signifikan, baik dari sisi aplikasi maupun performa server.


Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa digitalisasi pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah mulai bergerak dari sekadar gagasan menuju implementasi teknologi yang konkret dan terukur.


Yang menarik, aplikasi CBT tersebut dibangun oleh kader NU Jawa Tengah sendiri. Artinya, pengembangan teknologi tidak sepenuhnya bergantung pada pihak eksternal. Kader muda NU mulai mengambil peran sebagai pengembang sekaligus penggerak inovasi digital di lingkungan pendidikan Ma’arif.


Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fahrudin Karmani, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi merupakan bagian penting dari kaderisasi generasi muda NU.


“LP Ma’arif Jawa Tengah berkomitmen membangun dan membentuk kader muda NU yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Kita ingin potensi mereka terus digali dan dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan,” ujar Fahrudin.


Menurut Fahrudin, keberhasilan uji coba CBT OSKANU tidak boleh berhenti pada kemampuan menjalankan ujian secara digital.


Lebih jauh, pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk membangun ekosistem digital pendidikan NU yang lebih besar.


LP Ma’arif Jawa Tengah memiliki jaringan satuan pendidikan yang sangat luas dengan jumlah peserta didik mencapai ratusan ribu. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan data yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, aman, terintegrasi, dan mampu digunakan untuk membaca kebutuhan pendidikan secara lebih komprehensif.


Karena itu, kemampuan kader NU dalam membangun aplikasi dapat dikembangkan lebih jauh menjadi sistem informasi dan database pendidikan Jawa Tengah.


Database tersebut nantinya berpotensi memuat data sekolah dan madrasah, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta berbagai informasi pendidikan lainnya.


“Kalau hari ini kita mampu menguji sistem dengan hampir 9.000 peserta secara bersamaan, ke depan kemampuan ini bisa dikembangkan untuk kebutuhan yang jauh lebih besar. Kita memiliki potensi data pendidikan yang sangat besar dan harus dikelola dengan teknologi yang tepat,” ungkapnya.


Keberhasilan uji coba CBT juga tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur teknologi. LP Ma’arif NU Jawa Tengah telah menyiapkan server dengan spesifikasi dan kapasitas yang memadai untuk menopang aplikasi yang diakses ribuan peserta secara bersamaan.


Pengujian tersebut menjadi penting karena sistem ujian digital dengan jumlah pengguna besar membutuhkan kemampuan server dalam menangani beban akses, distribusi data, proses autentikasi peserta, hingga penyimpanan hasil ujian.


Tidak adanya gangguan signifikan dalam uji coba menunjukkan bahwa aspek infrastruktur dan aplikasi telah dipersiapkan secara serius.


Bagi LP Ma’arif NU Jawa Tengah, teknologi tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap administrasi pendidikan. Teknologi mulai diarahkan menjadi infrastruktur strategis untuk meningkatkan mutu, efisiensi, transparansi, dan akurasi pengelolaan pendidikan.


Pengembangan CBT oleh kader NU Jawa Tengah juga membawa pesan lain: kaderisasi NU tidak hanya berbicara mengenai penguatan nilai, kepemimpinan, dan tradisi keilmuan, tetapi juga tentang kemampuan menghadapi perubahan teknologi.


Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, big data, dan digitalisasi pendidikan, organisasi pendidikan membutuhkan generasi yang mampu memahami sekaligus menciptakan teknologi.


OSKANU menjadi salah satu ruang aktualisasi bagi kader-kader tersebut.


Jika dikembangkan secara konsisten, kemampuan membangun aplikasi CBT dapat menjadi pintu masuk menuju kemandirian teknologi pendidikan NU.


Dari sistem ujian, dapat berkembang menjadi sistem database sekolah. Dari database sekolah, dapat dikembangkan menjadi dashboard pendidikan. Selanjutnya, data tersebut dapat menjadi instrumen untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis data.


Dengan demikian, uji coba hampir 9.000 siswa bukan hanya agenda teknis menjelang pelaksanaan OSKANU. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi eksperimen nyata transformasi digital pendidikan NU Jawa Tengah dalam skala besar.


LP Ma’arif NU Jawa Tengah pun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang bagi kader muda yang memiliki kemampuan teknologi agar dapat berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.


Dari ruang ujian digital, NU Jawa Tengah sedang menguji sesuatu yang jauh lebih besar: kemampuan membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan data secara mandiri. (ah)

close close