![]() |
| Bank Sampah Induk (BSI) Bersemi Kabupaten Grobogan melaksanakan studi banding ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kalisoro, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. |
Karanganyar, soearamoeria.com - Bank Sampah Induk (BSI) Bersemi Kabupaten Grobogan melaksanakan studi banding ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kalisoro, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juli 2026 ini diikuti oleh 23 peserta dari jajaran anggota BSI Bersemi.
Tujuan utama dari kunjungan kerja tahunan ini adalah untuk mempelajari sistem tata kelola sampah terpadu yang diterapkan di kawasan Tawangmangu.
Dipilihnya TPS3R Kalisoro bukan tanpa alasan; selain berada di lingkungan alam yang asri, fasilitas ini dinilai sukses memfokuskan programnya pada pengelolaan limbah domestik secara efektif dan ramah lingkungan.
Melalui kunjungan ini, para peserta dari Grobogan dapat melihat secara langsung proses hilirisasi sampah masyarakat. Di TPS3R Kalisoro, sampah tidak sekadar ditumpuk, melainkan diolah secara produktif menjadi dua komoditas utama.
"Kami berharap seluruh anggota yang hadir dapat menyerap ilmu pengolahan ini secara maksimal. Targetnya, sepulang dari sini, sistem daur ulang dan pembuatan pupuk hayati bisa langsung diadopsi di Grobogan," ujar perwakilan BSI Bersemi.
Masalah sampah merupakan tantangan universal yang dihadapi oleh hampir seluruh daerah. Namun, lewat manajemen yang tepat seperti yang dicontohkan di Tawangmangu, sampah terbukti bisa diubah menjadi berkah yang bermanfaat bagi kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat tapak (TPS3R) seperti ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ke depan, BSI Bersemi Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk mereplikasi inovasi ini guna mewujudkan wilayah Grobogan yang lebih bersih dan mandiri dalam mengelola limbahnya. (Maftuhan)
