Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa INISNU Temanggung Wajib Kuasai 4 Aspek

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:56 WIB Last Updated 2026-07-14T05:56:55Z

Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi membuka kegiatan Pendidikan Keaswajaan bagi 130 mahasiswa semester VII. 


Temanggung, soearamoeria.com - Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi membuka kegiatan Pendidikan Keaswajaan bagi 130 mahasiswa semester VII. 


Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Pusat Aswaja An-Nahdliyah INISNU Temanggung (PUSWAN) ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 14–16 Juli 2026, bertempat di Aula INISNU Temanggung.


Dalam sambutan pembukaannya, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama institusi. 


“Aswaja An-Nahdliyah telah terintegrasi secara utuh ke dalam Visi dan Misi INISNU maupun di tingkat Program Studi (Prodi). Hal ini juga menjadi rekomendasi penting saat proses akreditasi, sekaligus menjawab langsung apa yang menjadi kebutuhan riil di tengah masyarakat,” kata Rektor saat membuka acara di lantai 3 INISNU Temanggung, Selasa (14/7/2026).


Rektor menjelaskan, jika dilihat dari dimensi capaian pembelajaran yang meliputi aspek knowledge (pengetahuan), skills (keterampilan), dan attitude (sikap) maka setiap mahasiswa INISNU mutlak wajib menguasai empat aspek utama keaswajaan.


Pertama adalah Akidah atau keyakinan, di mana mahasiswa harus kokoh memegang prinsip Islam ala Ahlussunnah Waljamaah sebagai fondasi keimanan. 


Kedua adalah Fikrah atau pola pikir, yang memosisikan Aswaja sebagai landasan dalam merespons berbagai dinamika sosial dan keilmuan secara tawasut (moderat) dan tawazun (seimbang). 


Ketiga adalah Amaliah atau praktik ibadah, sebagai wujud tindakan nyata sehari-hari yang mencerminkan tradisi luhur NU. Keempat adalah Harakah atau gerakan, yang menjadi manifestasi dalam bentuk gerakan sosial-dakwah yang santun, inklusif, dan membawa kemaslahatan.


Agenda intensif ini dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa yang berilmu, berakhlak, dan berkompeten. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian program juga akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat langsung bagi kehidupan, bimbingan dari narasumber kompeten, serta Sertifikat Keaswajaan resmi sebagai bukti partisipasi aktif.


Sebelum program utama dibuka untuk mahasiswa, Tim PUSWAN terlebih dahulu menggelar koordinasi internal pada Senin, 13 Juli 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 guna menyamakan persepsi dan memastikan kesiapan para mentor agar mampu menjalankan tugas sesuai tujuan institusi.


Rangkaian materi edukasi pun dikemas secara padat dan sistematis. Pada hari pertama, Selasa, 14 Juli 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Rektor yang dilanjutkan dengan sesi Pendampingan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) bersama Sholahidin Al Ayubi. 


Sesi pagi ini berfokus pada pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, tajwid dasar, hingga tahsin bacaan demi meningkatkan literasi Al-Qur'an mahasiswa. 


Memasuki siang hari, KH. Abdul Muchid, M.Ag. memandu Pendampingan Hadoroh, Tahlil, dan Yasinan. Di sini, mahasiswa dibekali tata cara, bacaan doa, hingga praktik langsung memimpin tahlil sebagai upaya memelihara tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah.


Hari kedua, Rabu, 15 Juli 2026, diisi dengan pendalaman materi teoretis dan retorika. Pada sesi pagi, KH. Dzia’ullamik memimpin Kajian Turats atau Kitab Kuning yang mengupas tuntas Akidah Ahlussunnah wal Jama'ah, sejarah NU, serta internalisasi nilai-nilai keutamaan seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal. Memasuki sesi siang, giliran Abdul Rofiq, S.H. yang memberikan Pelatihan Dai Muda Aswaja. 


Mahasiswa dilatih menguasai teknik public speaking, penyusunan materi dakwah, serta retorika yang mengedepankan moderasi beragama untuk membentuk kader dai yang komunikatif.


Memasuki hari terakhir, Kamis, 16 Juli 2026, pelatihan difokuskan pada aspek praktis kemasyarakatan. Sesi pagi diawali oleh Dr. KH. Muhammad Syakur, M.H. yang mengawal Praktik Khotbah, Kultum, atau Ceramah Singkat, yang ditutup dengan sesi sakral Ijazahan Yasin Fadhilah. 


Sesi siang dilanjutkan dengan agenda yang sangat krusial di tengah masyarakat, yaitu Praktik Pemulasara Jenazah Laki-laki dan Perempuan serta Talqin Mayit yang dipandu langsung oleh Tim LDNU. 


Rangkaian program ini ditutup pada sore hari dengan Monitoring dan Evaluasi Kompetensi Keaswajaan melalui Uji Keaswajaan, baik berupa tes tertulis maupun nontes saat praktik, yang dipimpin oleh KH. Nashih Muhammad, M.H.


Selain itu, kata Rektor, mahasiswa juga akan mendapatkan bimbingan dan syahadah Yasin Fadlilah dari Dr. KH. Muhammad Syakur, M.H., (Wakil Katib PWNU Jawa Tengah dan Direktur Program Pascasarjana INISNU Temanggung).


Melalui evaluasi kompetensi yang ketat tersebut, PUSWAN berharap capaian dan ketercapaian kompetensi keaswajaan mahasiswa dapat terukur secara objektif. 


Output dari kegiatan ini ditargetkan melahirkan laporan pembinaan yang komprehensif sekaligus mencetak lulusan yang siap menjadi benteng serta penggerak tradisi Islam Nusantara di lingkungan masyarakat luas. (ah)

close close