![]() |
| Purnawiyata MTs Miftahussalam 1 ke-47 dan MA Miftahussalam yang ke-37 berlangsung di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam Wonosalam Demak diikuti 263 lulusan. |
Demak, soearamoeria.com - Kegiatan Purnawiyata MTs Miftahussalam 1 ke-47 dan MA Miftahussalam yang ke-37 berlangsung di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam Wonosalam Demak diikuti 263 lulusan bersama wali santri masing-masing, terdiri dari 158 lulusan MTs dan 105 lulusan MA.
hadir jajaran yayasan, dewan guru, pengawas madrasah dan kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak. Momentum pelepasan berlangsung penuh haru sekaligus kebanggaan atas capaian para siswa, Sabtu 23 Mei 2026.
Kepala MA MIftahussalam, Rokhimah, dalam sambutannya, Miftahussalam selalu menekankan pentingnya menjadi pribadi yang berkualitas yang di kemas melalui tema wisuda hari ini "Bermutu dengan Ilmu Bermartabat dengan Sikap".
Ilmu adalah pembeda. Ilmu adalah cahaya yang akan menuntun kalian di tengah kegelapan masa depan. Namun ingatlah, kualitas atau "mutu" seseorang tidak hanya dilihat dari deretan angka di ijazah, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
"Teruslah merasa haus akan ilmu, karena di luar sana, dunia berkembang begitu cepat. Jangan pernah berhenti belajar," tandasnya.
Namun, lanjut Rokhimah, ilmu saja tidaklah cukup. Kepintaran tanpa karakter hanyalah alat untuk membodohi. Ketajaman otak tanpa kelembutan hati hanya akan melahirkan kesombongan. Oleh karena itu, poin kedua tema kita adalah "Bermartabat dengan Sikap".
Di Miftahussalam, peserta didik tidak hanya diajarkan rumus dan teori, tetapi juga adab dan akhlakul karimah. Orang yang bermartabat adalah mereka yang jujur saat yang lain berdusta, mereka yang rendah hati saat berada di puncak, dan mereka yang tetap menghormati orang tua serta gurunya meski telah sukses nanti.
"Jagalah nama baik almamater dengan perilaku yang luhur di manapun kalian berpijak," tegasnya.
"Kepada Bapak dan Ibu wali murid, terima kasih telah mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Keberhasilan mereka hari ini adalah buah dari doa-doa khusyuk yang Bapak/Ibu langitkan di setiap sujud."
"Kepada rekan-rekan pendidik, terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan ketulusan dalam membimbing mereka. Semoga setiap huruf yang kalian ajarkan menjadi amal jariyah yang tak terputus," pungkasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Abdul Rouf, mendorong para lulusan penghafal Al-Qur'an untuk terus melanjutkan pendidikan dan memanfaatkan berbagai jalur prestasi yang kini tersedia bagi hafiz-hafizah, dan mengapresiasi lahirnya generasi penghafal Al-Qur'an.
Ia menyebut keberadaan para kiai atau lingkungan pendidikan yang religius menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang Qur’ani yang membanggakan. (ah)
