Dito Alif Pratama: Komunikasi Tidak Hanya Sebatas Ngobrol Biasa - Soeara Moeria

Breaking

Saturday, 13 February 2021

Dito Alif Pratama: Komunikasi Tidak Hanya Sebatas Ngobrol Biasa

 

Dito Alif Pratama, Founder Santri Mengglobal. (Mega)
Semarang, soearamoeria.com - Perkumpulan Griya Peradaban kembali mengelar kuliah Alternatif Angkatan 1 pada Sabtu (13/2/2021). Kali ini, perkuliahan memasuki sesi ke lima dengan mengusung tema Communication Skill. 


Perkuliahan diikuti peserta yang berasal dari berbagai daerah. Hadir sebagai narasumber Kintansari Adhyna Putri CEO Global Empowerment Steps sekaligus Duta Muda ASEAN Indonesia Indonesia tahun 2019 dan Founder Yayasan Santri Menglobal Nusantara, Dito Alif Pratama. Adapun moderator dipandu Nailu Rokhmatika (Aktivis Griya Peradaban).


Masing-masing pemateri menyampaikan penjelasan. Kintansari Adhyna Putri menyampaikan materi tentang public speaking yang meliputi lobbying, negotiation and networking. “Setidaknya ada lima model public speaking menurut Aristoteles, yaitu pengumpulan topik serta pemahaman audien, penyusunan materi, pemilihan kata dan bahasa, poin penting materi yang akan disampaikan dan proses penyampaian materi, baik gerak anggota tubuh maupun olah suara,” ujar Kintan.


Ia melanjutkan bahwa lobi sebagai bentuk komunikasi untuk mempengaruhi seseorang agar mau mendukung kepentingan yang diingikannya. Lobi menjadi pertimbangan khusus pada kegiatan advokasi.


Dalam pembahasan negosiasi, Kintan menjelaskan bahwa ada dua tipe negosiasi yang digunakan. Pertama, tipe negosiasi distributif, menekankan kepada orientasi menang-kalah, tekad untuk menang dan persaingan kompetitif. Kedua, tipe negosiasi integratif, menekankan kepada orientasi menang-menang, terbukam komunikatif, kreatif mau berubah dan persaingan kolaboratif.

Lebih lanjut, Kintan menjelaskan juga cara negosiasi efektif yang bisa diterapkan yakni scripting (menulis drafting), framing (membuat kerangka) dan managing (pengelolaan). 


Pemateri kedua, Dito dalam pemaparannya membahas tentang bagaimana komunikasi efektif, jejaring produktif. “Komunikasi yang baik, tidak hanya sebatas ngobrol biasa tetapi khoirunnas anfauhum linnas, yakni mampu memberikan manfaat orang lain dan jangka panjang,” tegasnya. 


Ia mengutip motivator asal Amerika, Les Brown, bahwa kemampuan dalam berkomunikasi merupakan alat yang penting dalam mencapai tujuan atau cita-cita yang diinginkan.


Kemudian disebutkan tujuh etika berkomunikasi dalam Islam yang termaktub dalam Al quran, yakni qaulun ma’ruf (perkataan yang baik), qaulun tsabit (ucapan yang teguh), qaulun syadid (perkataan yang benar), qaulun baligh (ucapan yang efektif dan efisien), qaulun karim (perkataan yang mulia), qaulun maisur (ucapan yang layak dan mudah) dan qaulan layyina (perkataan yang lembut).


Dito juga menambahkan catatan penting dalam berkomunikasi yang efektif. Pertama, menjadi pendengar yang baik dan aktif. Kedua, bicara dengan cerita yang menarik dan mampu mencairkan suasana. Ketiga, respon lawan bicara dengan cerita yang menarik. keempat, fokus dengan tatapan mata, dan perilaku lawan bicara. 


“Kesalahan terbesar dalam berkomunikasi bahwa kita hanya sekedar mendengar untuk menjawab, tanpa mendengar untuk memahami,” sambungnya. 

 

Kuliah Alternatif Angkatan I ini akan berlangsung sampai bulan Maret kedepan. rencananya kegiatan ini masih menyisahkan 4 pertemuan lagi. (me)

No comments:

Post a comment