Notification

×

Iklan

Iklan

Lepas Relawan NU Peduli ke Aceh, Rais Syuriyah: Kalian Menjadi Tangan-tangan Allah yang Menolong Saudara Muslim

Senin, 12 Januari 2026 | 21:52 WIB Last Updated 2026-01-12T14:52:29Z
Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh dalam misi kemanusiaan pascabencana. 


Semarang, soearamoeria.com - Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, secara resmi melepas keberangkatan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh dalam misi kemanusiaan pascabencana. 


Pelepasan berlangsung di Gedung PWNU Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). Pemberangkatan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, di mana pada tahap pertama ini diterjunkan sebanyak 22 relawan yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.


Sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan telah dibekali melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin.


Kiai Ubaidillah Shodaqoh menegaskan bahwa misi kemanusiaan yang dijalankan relawan NU Peduli bukan sekadar kerja sosial, tetapi memiliki dimensi keagamaan yang sangat kuat.


“Ini pentingnya hablum minannas yang tidak dipisahkan dengan hablum minallah. Artinya bahwa misi kemanusiaan ini sangat lekat sekali dengan dimensi ketuhanan. Allah menolong mereka melalui panjenengan,” tuturnya.


Ia mengingatkan para relawan agar mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Menurutnya, kondisi psikologis korban bencana sering kali tidak stabil, sehingga dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam mendampingi mereka.


“Psikologis orang yang sedang ditimpa bencana itu ya ora genah. Barangkali nanti panjenengan akan bekerja, mereka cuma diam saja. Maka itu ujian keikhlasan panjenengan,” ujarnya.



Ia menyebut, kerja relawan NU Peduli yang terlibat dalam perbaikan musala, langgar, masjid, madrasah, dan fasilitas keagamaan lainnya merupakan sedekah dengan kemanfaatan langsung bagi kehidupan keagamaan masyarakat.


“Bukan hanya sedekah sembarang sedekah, tapi sedekah yang juga punya kemanfaatan keagamaan secara langsung,” tegasnya.


Mbah Ubaid juga mengajak relawan melihat misi ini sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan dan ukhuwah Islamiyah, terlebih Aceh memiliki sejarah panjang penderitaan akibat bencana.


Ia menilai, kehadiran NU Peduli secara langsung di lokasi bencana menjadi bagian penting dari syiar dan solidaritas Nahdlatul Ulama.


“Kita harus datang secara fisik, kita harus datang secara bendera, kita harus datang secara materi, dan kita harus datang secara tenaga. Ini syiar persaudaraan NU Jawa Tengah dengan masyarakat muslim dan NU di Aceh,” tandasnya.


Mengakhiri sambutan, Kiai Ubaid memberikan doa dan motivasi kepada para relawan yang diberangkatkan.


“Berbahagialah panjenengan semuanya yang diberi kehormatan untuk menjadi tangan-tangan Allah yang menolong saudara-saudara muslim kita di Aceh,” pungkasnya.


Pelepasan relawan NU Peduli Jawa Tengah ini menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan NU dalam mengawal proses pemulihan pascabencana di Aceh, baik melalui bantuan fisik, pendampingan sosial, maupun penguatan sarana keagamaan dan pendidikan.


NU Peduli Jawa Tengah LAZISNU Jawa Tengah terus membuka ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin turut membantu saudara-saudara di Aceh-Sumatra melalui donasi kemanusiaan. Donasi dapat disalurkan melalui: BSI 2000770003 BCA 7830777355 a.n. LAZISNU Jawa Tengah. (lh)

close close