![]() |
| Buku berjudul "Menyusuri Jejak, Merangkai Cerita Travelogue Sport Tourism Kabupaten Semarang" yang secara resmi diterbitkan oleh UNNES PRESS pada Juni 2026. |
Semarang, soearamoeria.com - Di tengah rutinitas era digital, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan ruang alternatif yang menyegarkan bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Ungaran.
Melalui program bertajuk "Penguatan Integrasi Teknologi dan Gerakan Literasi dalam Pembelajaran Berbasis Proyek yang Berdiferensiasi dan Interaktif melalui Content Creation Eduwisata: Kolaborasi SMA Negeri 1 Ungaran", kegiatan yang didanai oleh LPPM UNNES ini diketuai oleh Dany Buyung Yudha Prasetya, bersama anggota tim Andy Moorad Oesman, Sunahrowi, dan Ai Sumirah Setiawati.
Dilaksanakan pada 13 dan 20 Mei 2026, program ini mengajak 33 pelajar untuk memadukan rekreasi fisik dengan praktik literasi melalui aktivitas di luar ruangan yang sejenak meminimalkan penggunaan gawai.
Didampingi oleh guru olahraga SMAN 1 Ungaran, Prama Ramadani Putranto yang bertindak selaku moderator, para siswa diberi keleluasaan untuk menentukan sendiri aktivitas luar ruangan mereka.
Mereka diajak berolahraga sekaligus berpetualang menyusuri berbagai sudut menarik di wilayah Kabupaten Semarang.
Pengalaman langsung di lapangan ini bukan sekadar sarana rekreasi yang menyehatkan fisik, melainkan juga menjadi bahan observasi bagi siswa untuk belajar merangkai kata.
Melalui bimbingan tim pengabdi, setiap jejak langkah dan aktivitas olahraga yang mereka jalani direkam menjadi catatan perjalanan yang menarik.
Dari proses pendampingan yang hangat dan interaktif tersebut, lahirlah sebuah karya literasi kolaboratif dari para siswa.
Berbagai catatan perjalanan tersebut berhasil disatukan dalam sebuah buku berjudul "Menyusuri Jejak, Merangkai Cerita Travelogue Sport Tourism Kabupaten Semarang" yang secara resmi diterbitkan oleh UNNES PRESS pada bulan Juni 2026.
Buku ini menjadi capaian yang istimewa, karena selain menjadi bukti keberhasilan siswa dalam mempelajari keterampilan menulis yang baik, karya ini turut mengambil peran dalam memperkenalkan keindahan dan potensi daerah Kabupaten Semarang kepada masyarakat luas.
Respons positif dan antusiasme tergambar jelas dari para peserta di akhir kegiatan. Mereka merasa senang karena mendapatkan wadah yang tepat untuk mengekspresikan pengalaman personalnya menjadi sebuah karya tulis yang dibukukan.
Bagi para siswa, program pengabdian masyarakat ini memberikan pengalaman belajar yang sepenuhnya baru; mereka dapat menikmati kebebasan bergerak, mengolah raga, sekaligus menyadari bahwa proses belajar menulis dapat dilakukan lewat cara-cara yang membumi, sehat, dan menyenangkan. (ah)

