Notification

×

Iklan

Iklan

MI Miftahul Ulum Lajer Gelar Akhirusanah dan Khatmil Qur'an, Prosesi Sungkem Jadi Ikon Baru yang Mengharukan

Minggu, 21 Juni 2026 | 07:41 WIB Last Updated 2026-06-21T00:41:05Z
Prosesi sungkem jadi ikon baru yang mengharukan dalam gelaran Akhirusanah MI Miftahul Ulum Lajer. 


Grobogan, soearamoeria.com - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Lajer, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, sukses menggelar acara Akhirusanah dan Khotmil Qur'an ke-4 pada Kamis (18/06/2026).


Acara yang berlangsung meriah dan khidmat tersebut ditempatkan di halaman madrasah setempat.


Pada tahun ini, prosesi pelepasan diikuti oleh 44 siswa kelas 6 serta 17 peserta wisuda Tahfidz Qur'an. Rangkaian acara berjalan dengan lancar, dimulai dari prosesi pengiringan siswa, penampilan pentas seni, hingga puncaknya yaitu prosesi sungkem.


Ada yang berbeda pada perhelatan tahun ini. Prosesi sungkem mulai diterapkan sebagai agenda baru dan langsung menjadi ikon sakral dalam acara kelulusan. 


Melalui momen ini, para orang tua dapat merasakan secara mendalam jerih payah para guru yang telah mendidik putra-putri mereka selama enam tahun. Suasana haru pun pecah ketika air mata kebahagiaan dan keikhlasan dari para orang tua menetes di hadapan anak-anak mereka.


Laporan Ketua Panitia dalam sambutan pembuka, Ketua Panitia, Andi Anggara, S.Pd., menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan. 


Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara kelulusan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yang diawali dengan kegiatan ziarah, jamak arwah, dan dipuncaki oleh acara Akhirusanah.


"Keberhasilan dan kemeriahan acara ini tidak lepas dari adanya dukungan serta gotong royong dari seluruh wali kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Hal ini juga mencerminkan kekompakan dari seluruh lingkungan madrasah yang saat ini menampung total 321 siswa," ujar Andi Anggara.


Kepala MI Miftahul Ulum Lajer dalam sambutannya memberikan pesan mendalam kepada para lulusan. Ia menekankan dan sangat mengharapkan agar para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang selaras, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs).


Hal ini bertujuan agar integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum yang telah didapatkan bisa terus berkembang dengan lebih baik.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan, K. Ahmad Rodhi, memberikan pandangan mengenai berbagai keunggulan madrasah di era modern. 


Menurutnya, madrasah saat ini unggul di semua lini, baik di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), ilmu agama, maupun pengetahuan umum.


Ia menambahkan bahwa masa depan anak akan jauh lebih matang apabila setelah lulus dari MI, mereka melanjutkan ke MTs dan menimba ilmu di pondok pesantren. (Maftuhan)

close close