Notification

×

Iklan

Iklan

Peningkatan Kompetensi Pendidik Selaras dengan Kebijakan Kementerian Agama

Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:11 WIB Last Updated 2026-01-10T02:13:08Z
 H. Bin Himma Muhammad Burhan (Plt. Kasi Penmad Kemenag Jepara), saat menyampaikan materi pada peserta di Aula 1 Kemenag Jepara, pada Rabu (7/1/2026).


Jepara, soearamoeria.com - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 menggelar Program Pemberdayaan MGMP dari Direktorat Jenderal GTK Madrasah Kemenag RI tahun 2025.


Kegiatan berlangsung 5 hari berlangsung pada Rabu - Kamis (7-8/1/2026), dilanjut Senin (12-13/1/2026) dan berakhir pada Kamis (15/1/2026) diikuti 30 peserta. 


Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut H. Bin Himma Muhammad Burhan (Plt. Kasi Penmad Kemenag Jepara), Nusrotus Sa'idah, (Dosen Unisnu Jepara), M. Miftakhul Falah, (Balai Diklat Keagamaan Jawa Tengah), Khalimatus Sa'diyah (Dosen Unisnu Jepara), Harminto Mulyo (Dosen Unisnu Jepara), H. Musta'in (Praktisi Pendidikan), dan BPBD Kabupaten Jepara. 



Ketua MGMP Informatika, Miftahuddin mengatakan kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. 


"Kami berharap dengan kegiatan ini guru memiliki kompetensi yang lebih tinggi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan efektif, siswa memiliki kualitas yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan masa depan, serta sekolah menjadi lebih berkualitas dan memiliki reputasi yang baik," harapnya.


30 peserta Program Pemberdayaan MGMP Informatika fasilitasi Direktorat Jenderal GTK Madrasah Kemenag RI tahun 2025.


Plt. Kasi Penmad Kemenag Jepara, H. Bin Himma Muhammad Burhan menyampaikan Kemenag RI melalui Asta Program Prioritas berkomitmen mewujudkan Indonesia Emas tahun 2025 melalui penguatan sektor pendidikan, dan layanan keagamaan yang transformatif, adaptif, dan berkelanjutan.


Terkait peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis ekoteologi ia menegaskan madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan. 


"Pendekatan ekoteologi dipandang sebagai bagian integral dan penguatan moderasi moderasi beragama yang mendorong peserta didik mencintai dan menjaga lingkungan sebagai wujud ibadah dan tanggung jawab khalifah di bumi," jelasnya. 


Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) lanjutnya merupakan kebijakan strategis yang menitikberatkan internalisasi nilai cinta Allah, sesama manusia, lingkungan, bangsa dan negara.


Di samping itu, pemanfaatan teknoologi digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses layanan keagamaan, serta mendukung efektivitas administrasi dan layanan pendidikan yang akuntabel, responsif terhadap perkembangan zaman. 


"Kegiatan peningkatan kompetensi pendidik ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama, karena menjadi sarana strategis dalam menyiapkan guru madrasah yang profesional, berwawasan ekoteologi, mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta, serta cakap dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran dan layanan keagamaan, khususnya di lingkungan madrasah Kabupaten Jepara," pungkasnya. (ah)

close close