![]() |
| Tinjau tembok jebol SD Negeri 01 Greges Kabupaten Temanggung. |
Temanggung, soearamoeria.com - Anggota DPRD Kabupaten Temanggung Ahmad Khudlori turun langsung mengecek pondasi tembok sekolah yang jebol akibat terjangan banjir, Senin Pagi (16/02/2026).
Ia datang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, S.Sos, MM.
Ia datang langsung karena SD N 01 Greges adalah bagian dari wilayah dapilnya, sekolah yang telah berdiri puluhan tahun dan melahirkan orang-orang hebat, termasuk Menteri Pendidikan ke-25 Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA.
Peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian masalah rusaknya tembok sekolah. Pekerjaan ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya bencana susulan, yakni runtuhnya tembok yang dapat menimpa dinding rumah warga di sebelahnya.
Khudlori menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Keselamatan guru, murid, warga sekitar, hingga kelancaran fungsi irigasi menjadi pertimbangan utama yang mendorongnya mendesak agar perbaikan segera dilakukan tanpa menunggu jadwal anggaran biasa.
“Situasinya tidak mungkin untuk ditunda. Yang paling pokok adalah keselamatan dan kenyamanan para guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar, serta keselamatan warga sekitar,” tegasnya.
Lebih jauh, Khudlori menyoroti persoalan yang menurutnya selama ini kerap tenggelam di balik riuhnya wacana program-program pendidikan berskala besar.
Ia menilai bahwa anggaran pendidikan semestinya benar-benar menyentuh lapisan paling dasar, termasuk kondisi fisik ruang kelas bukan hanya tampak megah di tataran kebijakan, sementara sekolah-sekolah di pelosok dibiarkan dengan dinding retak dan atap bocor.
“Percuma kita bicara tentang masa depan pendidikan anak-anak kita, kalau tembok sekolahnya saja bisa roboh sewaktu-waktu. Anggaran pendidikan itu harus benar-benar sampai ke akarnya, sampai ke ruang kelas paling terpencil sekalipun,” ujar Khudlori dengan nada serius.
Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak tidak seharusnya menanggung risiko hanya karena lambatnya respons terhadap infrastruktur sekolah. Baginya, kenyamanan dan keamanan belajar adalah hak dasar yang tidak boleh dikompromikan oleh alasan apapun.
“Anak-anak kita berhak belajar dengan aman dan bermartabat. Jangan sampai kita sibuk memikirkan program-program besar di atas, sementara yang di bawah atap bocor, tembok retak, lantai rusak dibiarkan begitu saja,” tambahnya.
Merespons kondisi tersebut, Djoko Prasetyono selaku Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan menunggu lama. Tim ahli akan segera diturunkan untuk melakukan survei teknis sebagai dasar pelaksanaan pembangunan. Mengingat tingkat urgensinya, ia menargetkan pekerjaan dapat dimulai dalam waktu dekat, bahkan jika memungkinkan pada bulan ini juga.
“Secepatnya akan dilakukan survei oleh tim ahli dan dilanjutkan pembangunan. InsyaAllah akan dilaksanakan pada tahun ini, syukur di bulan ini karena pembangunan ini termasuk kategori urgent,” ujar Djoko.
Djoko juga menegaskan bahwa persoalan sarana prasarana bukan urusan yang bisa dianggap remeh. Kualitas pembelajaran, menurutnya, sangat bergantung pada kondisi lingkungan fisik tempat anak-anak belajar setiap harinya. Lebih dari sekadar urusan bangunan, ini menyangkut hak mendasar setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.
“Anak-anak tidak bisa belajar maksimal di lingkungan yang membahayakan keselamatan mereka. Ini bukan sekadar soal bangunan ini soal hak anak atas pendidikan yang layak,” tutur Djoko.
Peninjauan ini menjadi sinyal kuat bahwa SD N 01 Greges tidak akan dibiarkan menanggung sendiri beban kerusakan akibat bencana. Dengan koordinasi antara legislatif dan eksekutif yang bergerak bersama, warga dan pihak sekolah berharap perbaikan dapat segera terwujud sebelum musim hujan kembali mengancam. (ah)
