Jihad Kontra Radikalisme Hukumnya Wajib - Soeara Moeria

Breaking

Friday, 4 September 2020

Jihad Kontra Radikalisme Hukumnya Wajib

Coaching Enumatator FKPT Jawa Tengah. 

Semarang, soearamoeria.com - Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah melalui Bidang Penelitian melatih enumerator lewat kegiatan coaching penelitian tangkal terorisme yang diikuti peserta dari enam daerah yaitu dari Tegal, Solo, Semarang, Demak, Magelang dan Semarang. Kegiatan ini terlaksana Sabtu (5/9/2020) di Kantor PWNU Jawa Tengah.


Ketua FKPT Jateng, Syamsul Ma'arif dalam pengarahannya menegaskan bahwa jihad kontra radikalisme menjadi bagian dari kewajiban para warga negara khususnya pemuda.


"Kalau mereka (teroris) melakukan jihad radikal, maka kita jihad kontra radikalisme atau jihad kebhinekaan yang hukumnya wajib," tegas Prof Syamsul.


Berkhidmat kepada bangsa, menurutnya, dapat dilakukan dengan melawan terorisme. Dijelaskan Prof Syamsul, dalam kitab Idzotun Nasyi'in, karya Syeikh Mustafa Al-ghalayaini dijelaskan "alwathaniyatul haq hubbu ishlahil wathan, wasyaa'yu fi khidmatih hubbul wathan minal iman" yang intinya khidmah kepada bangsa dan negara harus sungguh-sungguh, bukan merusak atau seperti teroris yang merusak. 


"Maka jihad kontra radikalisme menjadi bagian dari usaha-usaha yang bisa dilakukan sebagai implementasi sebagai bagian dari hubbul wathan minal yang sudah diimplementasikan ulama-ulama Nusantara dalam memerangi penjajah zaman dulu," tegasnya.


Dijelaskannya, tema Coaching Enumerator sangat relevan dengan kostum para peserta. "Saya bangga sekali, semuanya merah putih. Ini sesuai tema coaching enumerator 'Survei Nasional Penguatan Kebhinekaan dan Literasi Digital dalam Upaya Menangkal Radikalisme dan Terorisme," tegas guru besar UIN Walisongo Semarang tersebut.


Tema ini, lanjutnya, sangat seksi dan relevan di era sekarang, karena radikalisme sudah tersebar di mana-mana. "Di luar negeri ada 1500 orang yang terlunta-terlunta karena terpesona dengan ide-ide radikalisme. Ini adalah semua elemen masyarakat. Yang saya heran adalah perempuan, mereka yang identik dengan kelembutan namun kok bisa terpapar radikalisme," lanjutnya.


Tiga orang di Jateng yang ditangkap kemarin itu, katanya, salah satunya adalah perempuan. Maka Prof Syamsul berharap enumerator yang dilatih hari ini untuk melakukan keseriusan melakukan riset karena menjadi bagian dari jihad kontraradikalisme.


"Dalam penelitian ini, nanti ada pemetaan, kajian-kajian di lapangan berbasis riset. Ini kerja berbasis survei dan upaya problem solving, karena meski dari segi amaliyah di Jateng rendah, namun dari segi pemikiran masih tinggi. Ada sekitar 45 persen dari hasil survei tahun lalu," tandasnya.


Selain Ketua FKPT Jateng Syamsul Ma'arif, hadir juga jajaran pengurus lainnya, Sekretaris H. Iman Fadhilah, Bendahara Edi Kurniawan, Kabid Perempuan dan Anak Atiek Suniarti, Kabid Media Massa, Hukum, dan Ekonomi Hamidulloh Ibda, staf administrasi dan umum Ahmad Rouf, dan staf IT Faizin.


Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan acara inti yaitu Coaching Enumerator yang dipandu Koordinator Penelitian Siti Maimunah dan Ahmad Rouf. (sm)

No comments:

Post a comment