![]() |
| Kegiatan membaca bersama di halaman madrasah pada Kamis (16/7/2026). |
Grobogan, soearamoeria.com - Menginjak hari keempat Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda), Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Lajer, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, menggelar kegiatan membaca bersama di halaman madrasah pada Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi serta mengembangkan kemampuan membaca dan menulis para siswa sejak dini.
Dalam aksi literasi tersebut, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak membaca buku pilihan mereka selama 15 menit. Setelah sesi membaca selesai, acara dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa tebak-tebakan mengenai nama penulis, ilustrator, hingga tokoh protagonis yang ada di dalam buku bacaan siswa.
Bagi siswa baru kelas 1 yang belum lancar membaca, mereka diarahkan untuk mengamati dan menceritakan gambar yang ada pada buku. Sementara itu, siswa kelas tinggi yang sudah mahir didorong untuk memahami isi bacaan secara lebih mendalam.
Pemandu acara, Shofiatul Barokah, dalam arahannya menyampaikan pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Menurutnya, buku adalah sarana terbaik untuk memperluas cakrawala berpikir.
"Dengan membaca, kita dapat membuka jendela dunia," ujar Shofiatul di sela-sela acara.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perpustakaan MIFALA, Maftuhan, memberikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme para siswa dan guru. Ia berpesan agar anak-anak tidak pernah bosan untuk menyisihkan waktu membaca.
"Jangan pernah bosan untuk membaca. Dengan membaca, kita sebenarnya sudah menjadi orang yang kaya, yaitu kaya akan pengetahuan dari setiap halaman yang telah kita lalui," ungkap Zuliana.
Sebagai langkah keberlanjutan, pihak madrasah juga menyediakan pojok baca dan fasilitas peminjaman buku yang dapat diakses oleh siswa setiap kali jam istirahat sekolah berlangsung.
Kegiatan positif ini mendapat dukungan penuh dari Kepala MI Miftahul Ulum Lajer, Bapak Ahmad Mustofa. Beliau menegaskan bahwa penyediaan buku bacaan yang layak adalah bentuk edukasi nyata bagi perkembangan mental dan intelektual anak.
"Dengan membaca, kita telah melaksanakan edukasi yang nyata melalui buku-buku bacaan yang layak dan ramah anak," pungkas Ahmad Mustofa. (Maftuhan)
