![]() |
| Webinar Internasional bertajuk “Islamic Education Transformation for SDGs: Bridging Faith, Knowledge, and Global Sustainability.” |
Temanggung, soearamoeria.com - Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Hamidulloh Ibda, menjadi keynote speaker dalam Webinar Internasional bertajuk “Islamic Education Transformation for SDGs: Bridging Faith, Knowledge, and Global Sustainability.”
Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Universitas Islam Sultan Agung, dan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung pada Sabtu (6/6/2026).
Dalam paparannya, Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa transformasi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, meskipun SDGs sering dipahami sebagai agenda global yang lahir dari lembaga internasional, nilai-nilai dasarnya sesungguhnya sangat selaras dengan ajaran Islam.
“Islam mengajarkan keadilan (al-'adl), kasih sayang (rahmah), kepemimpinan manusia sebagai khalifah di bumi (khalifah fil ardh), pencarian ilmu (thalabul 'ilm), kemaslahatan (maslahah), dan penghormatan terhadap martabat manusia (karamah al-insan). Seluruh prinsip tersebut sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kontribusi Nahdlatul Ulama melalui jaringan Perguruan Tinggi NU dalam mengembangkan nilai-nilai Mabadi Khaira Ummah sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkeadaban.
Lima pilar utama yang menjadi landasan tersebut meliputi ash-shidqu (kejujuran), al-amanah wal wafa bil 'ahdi (amanah dan menepati janji), al-'adalah (keadilan), at-ta'awun (gotong royong), dan al-istiqamah (konsistensi).
Menurutnya, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memiliki posisi strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai SDGs dengan pendidikan Islam.
Ia menekankan bahwa SDGs bukan sekadar target internasional, melainkan peluang untuk mengaktualisasikan ajaran Islam melalui pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan keberlanjutan.
Dalam konteks pendidikan Islam, Hamidulloh menggarisbawahi relevansi SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Pada SDG 4, pendidikan Islam dapat mengembangkan konsep pembelajaran sepanjang hayat, pendidikan holistik, pendidikan karakter, adab dan akhlak, pembelajaran inklusif, serta profesionalisme guru.
Sementara pada SDG 16, pendidikan Islam dapat memperkuat moderasi beragama, pendidikan perdamaian, toleransi, pendidikan multikultural, dan harmoni sosial.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lembaga PGMI harus mampu menyiapkan calon guru sekolah dasar dan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang utuh.
Guru masa depan, katanya, harus menjadi pribadi yang berlandaskan spiritualitas, kompeten secara akademis, peduli lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, melek digital, serta memiliki wawasan global.
Melalui webinar internasional tersebut, Hamidulloh berharap terbangun pertukaran gagasan, penguatan kolaborasi internasional, dan pengembangan praktik-praktik pendidikan inovatif yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai pendidikan Islam.
“Pendidikan Islam harus mampu menjembatani iman, ilmu pengetahuan, dan keberlanjutan global. Dari ruang kelas dan madrasah, kita dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap menghadapi tantangan dunia masa depan,” pungkasnya.
Hadir ratusan peserta, dan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Dr. Ahmad Khoiri, M.Pd., yang menyampaikan opening remarks, dan narasumber yaitu Dr. Wazir Ali, M.A., M.Ed., M.Phil., School Education Department, Government of Balochistan, Pakistan, Dr. Umi Arifah, S.Pd.I., M.M., Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen, dan Dr. Warsiyah, S.Pd.I., M.S.I., Kaprodi PAI UNISSULA Semarang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antar PGMI FTK INISNU Temanggung, PGMI IAINU Kebumen, dan UNSIQ Wonosobo. (ah)
