![]() |
| Ketua Lesbumi Kudus, Abud SB Runcing bekali 50 peserta penguasaan berjejaring. |
Kudus, soearamoeria.com - Sebanyak 50 pelajar terpilih dari berbagai SMA negeri dan swasta di Kabupaten Kudus mengikuti program Future Leader Fellowship (FLF) yang digelar IPNU-IPPNU Kudus di Wisma Muslimin Janggalan, Kota Kudus, Jumat–Minggu (8–10/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pendampingan pelajar unggulan yang diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selain penguatan akademik, peserta dibekali materi kepemimpinan, pengembangan diri, serta wawasan kebangsaan.
Ketua Lesbumi Kudus, Abud SB Runcing dalam sesi pembekalan menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan networking dan lobbying bagi calon mahasiswa. Menurut dia, kemampuan tersebut menjadi faktor kunci dalam membangun pengaruh dan kontribusi di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Mahasiswa hari ini dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun jejaring dan melakukan lobi secara efektif. Dari situlah peran strategis dalam menjaga Indonesia bisa dimulai,” kata Abud.
Ia menilai, jejaring yang kuat akan membuka akses terhadap peluang kolaborasi, pengembangan kapasitas, hingga ruang-ruang pengabdian yang lebih luas.
Ketua panitia FLF Kudus Arif Ausafa Zaidan menyebutkan, program ini dirancang untuk mencetak calon mahasiswa yang tidak hanya siap bersaing masuk PTN, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan visi kebangsaan yang kuat.
“Kami ingin peserta memiliki kesiapan menyeluruh, baik secara intelektual maupun mental, untuk menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan FLF Kudus diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pelajar unggulan yang mampu berkontribusi aktif bagi masyarakat terlebih untuk Jaga Indonesia. (he)
