Jakarta, soearamoeria.com - Pelaksanaan seminar laporan aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis, 7 Mei 2026, berlangsung dalam suasana serius sekaligus penuh antusiasme.
Digelar secara daring melalui Zoom Meeting, forum itu mempertemukan 11 ASN muda dari lingkungan Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, Sekretariat Menteri, hingga Kantor Staf Presiden (KSP). Mereka mempresentasikan inovasi yang telah diterapkan selama masa aktualisasi di unit kerja masing-masing.
Dari Semarang, Widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang Kementerian Hukum, Dr. Muh Khamdan, memandu seminar sebagai coach. Dalam pengarahannya, Khamdan menekankan bahwa implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK tidak boleh berhenti pada kewajiban administratif pelatihan semata.
Menurut dia, seluruh desain kegiatan aktualisasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan ibadah terbaik.
“Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas birokrasi, tetapi bentuk penghormatan hak asasi masyarakat untuk memperoleh layanan terbaik dan memanusiakan manusia,” kata Khamdan saat membuka sesi seminar.
Ia mengingatkan bahwa seluruh peserta bekerja di lingkungan strategis negara, yakni kawasan istana kepresidenan dan wakil presiden. Karena itu, menurut dia, kualitas layanan, ketepatan kerja, dan kemampuan beradaptasi menjadi ukuran penting profesionalitas ASN muda.
Sejumlah inovasi yang dipresentasikan peserta mendapat perhatian dalam seminar tersebut. Achmad Mulyadi dari Kantor Staf Presiden, misalnya, memperkenalkan “Proguide”, panduan keprotokolan yang dirancang untuk memperkuat standar koordinasi dan pelayanan keprotokolan di lingkungan KSP.
Peserta lain, Sevia Ayu Diniati dari Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara, menghadirkan inovasi “PRIME AGENDA”. Platform itu dirancang sebagai sistem integrasi agenda menteri dan wakil menteri agar proses koordinasi kegiatan pimpinan negara menjadi lebih efektif dan terstruktur.
Dari lingkungan Sekretariat Wakil Presiden, Loemongga menawarkan “SOP Center”, sebuah landing page terpadu yang memuat dokumentasi dan informasi standar operasional prosedur Biro Protokol Setwapres. Gagasan tersebut dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas informasi sekaligus mempercepat proses kerja internal birokrasi.
Sementara itu, Muttaqoh Khairun Nisa memperkenalkan inovasi “Foto Track”, sistem digital yang digunakan untuk mendukung rekap arsip citra kerja kepresidenan. Inovasi itu diarahkan untuk mempermudah penelusuran dokumentasi visual kegiatan pimpinan negara secara lebih tertata dan efisien.
Khamdan mengapresiasi berbagai gagasan yang lahir dari para ASN muda tersebut. Menurut dia, inovasi yang sederhana tetapi aplikatif justru menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan organisasi.
Sebagai penguji seminar, Yan Adikusuma meminta seluruh peserta menjaga keberlangsungan inovasi yang telah diimplementasikan.
Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai proyek pelatihan, melainkan berkembang menjadi budaya kerja baru di lingkungan Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, Sekretariat Kemensetneg, maupun Kantor Staf Presiden. (ah)
