![]() |
| NU Peduli Jawa Tengah berangkatkan 25 relawan ke aceh untuk melakukan recovery pascabencana. |
Semarang, soearamoeria.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan NU Peduli Kemanusiaan di Gedung PWNU Jawa Tengah dr. Cipto No.180, Karangtempel, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, pada Sabtu (10/01/2025). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tahap recovery pascabencana di sejumlah wilayah Aceh.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffarrozin, menyampaikan bahwa pengiriman relawan merupakan tindak lanjut dari asesmen lapangan yang sebelumnya dilakukan oleh LPBI NU Jawa Tengah bersama PWNU Aceh.
“Beberapa waktu yang lalu, Jawa Tengah melalui LPBI mengirim tim asesmen ke beberapa tempat berkoordinasi dengan PWNU Aceh, kemudian berkunjung ke Bener Meriah, ke Tamiang, ke Aceh Timur, Aceh Tengah, dan melakukan asesmen. Tindak lanjut dari asesmen itu adalah pengiriman relawan pada hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama ini NU Peduli Jawa Tengah memberangkatkan 25 relawan lintas profesi, mulai dari teknisi listrik, tukang kayu, tukang batu, tenaga trauma healing, hingga pengemudi. Para relawan berasal dari berbagai unsur NU, seperti PCNU, Fatayat, Ansor, Banser, dan lembaga terkait, dengan masa tugas sekitar 20–25 hari.
“Hari ini mereka berangkat untuk bertugas di Aceh, untuk melakukan recovery di titik-titik yang kemarin sudah disurvei, baik di TPQ, dayah, maupun madrasah,” jelasnya.
Selain personel, NU Peduli Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan logistik tahap awal.
“Yang disalurkan ada sembako, sarung, selimut, dan beberapa kebutuhan lain. Ini angkatan pertama. Untuk logistik, tidak semuanya dibawa dari Jawa Tengah, sebagian juga disiapkan dari wilayah yang lebih dekat dengan lokasi,” tambahnya.
Gus Rozin menegaskan bahwa fokus utama NU Peduli saat ini adalah pemulihan pascabencana, baik fisik maupun psikososial.
“Kita fokus pada recovery, pemulihan fasilitas dan pemulihan masyarakat terdampak. Karena itu, relawan trauma healing ikut untuk membantu mengembalikan mentalitas dan kepercayaan diri warga,” tuturnya.
Terkait pendanaan, ia menyebutkan bahwa melalui LAZISNU Jawa Tengah, donasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp4,2–4,3 miliar, yang akan disalurkan secara bertahap.
Ketua LPBI PWNU Jawa Tengah, Pudji Wibowo, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan NU Peduli di Aceh dirancang dengan pendekatan Community Organizer (CO), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pemulihan.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan dukungan kemanusiaan yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di wilayah Aceh melalui pendekatan pemberdayaan komunitas,” ujar Pudji.
Ia menyebutkan bahwa secara khusus NU Peduli menyalurkan bantuan hasil open donasi PCNU se-Jawa Tengah, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, serta mendukung pemulihan sarana ibadah dan pendidikan.
“Sasaran kegiatan kami meliputi TPQ atau TPA, meunasah atau mushola, masjid, madrasah, sekolah, dayah atau pondok pesantren, serta masyarakat umum di lokasi terdampak,” jelasnya.
Pudji menambahkan, relawan NU Peduli berperan sebagai fasilitator komunitas, koordinator distribusi bantuan, pendamping renovasi, sekaligus penghubung antara NU Peduli, pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat.
“Relawan tidak hanya membagikan bantuan, tetapi mendampingi proses pemulihan sosial agar masyarakat bisa bangkit bersama,” tegasnya.
Lokasi aksi kemanusiaan NU Peduli PWNU Jawa Tengah nantinya meliputi Kabupaten Aceh Timur dan Bener Meriah sebagai posko utama, serta menjangkau Aceh Tengah dan Aceh Tamiang. Bentuk bantuan yang disiapkan antara lain dapur umum, paket sembako, peralatan ibadah, perlengkapan sekolah, paket kitab Al-Qur’an dan Iqra, normalisasi air bersih, hingga renovasi TPQ, mushola, madrasah, dan dayah.
Pada tahap pertama, kegiatan direncanakan berlangsung mulai 10–26 Januari 2026, dengan dukungan armada operasional berupa mobil double cabin, minibus, truk boks, dan motor trail. Seluruh proses akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala serta dilaporkan secara transparan.
Melalui Bimtek ini, PWNU Jawa Tengah menegaskan bahwa NU Peduli hadir tidak hanya pada fase darurat, tetapi juga mengawal pemulihan pendidikan keagamaan dan penguatan komunitas sebagai fondasi bangkitnya masyarakat Aceh pascabencana. (lh)
