Harga Bahan Pokok Melambung, Ibu Rumah Tangga Resah - Soeara Moeria

Breaking

Saturday, 11 December 2021

Harga Bahan Pokok Melambung, Ibu Rumah Tangga Resah

 

Transaksi jual beli di warung kelontong. (M. Septiawan Maulana)
Kudus, soearamoeria.com - Harga bahan pokok saat ini  di setiap pasar bisa dibilang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga ini dikarenakan mendekati pergantian tahun. 


Di Pasar Jepang Kudus banyak sekali pedagang yang menyajikan berbagai aneka bahan pokok yang sangat dibutuhkan ibu rumah tangga untuk melengkapi bahan pokok di dapur. Bahan pokok yang paling dicari ibu rumah tangga adalah ayam, telur dan minyak goreng. Di penghujung tahun seperti ini bahan pokok mengalami kenaikan dan meresahkan sebagian ibu rumah tangga.


Yati (45) merupakan ibu rumah tangga dari 2 anak. Yati merasakan ada kenaikan bahan pokok semenjak awal bulan Desember. Hal ini sangat berimbas di faktor ekonomi dan Yati harus bisa membolak-balikan pikiran agar keuangan di dalam keluarga tetap aman dan tidak ada pembengkakan dana.


“Saya merasakan naiknya bahan pokok itu semenjak bulan Desember, Mas. Bahan pokok seperti ayam dan telor yang disukai anak sekarang juga naik, saya juga bingung mas untuk mengatur keuangan yang pas-pasan,” tutur Yati, Minggu (12/12/2021).


Kenaikan bahan pokok seperti ayam yang semula 1 kg Rp.30.000 sekarang menjadi Rp.35.000. Lalu ada minyak goreng, yang semula 1 kg Rp15.000 sekarang jadi Rp.20.000. Kenaikan harga bahan pokok tersebut sangat meresahkan bagi ibu rumah tangga yang kesehari-harian membutuhkan bahan pokok tersebut.


“Bahan pokok untuk saat ini yang naik itu ada ayam, telor dan minyak mas, biasanya harga minyak yang sebelum bulan desember seharga 1kg Rp15.000. Sekarang menjadi Rp 20.000. Ada juga yang naik lagi mas, yaitu harga ayam, harga ayam sebelum bulan desember itu 1 kg cuma Rp.30.000, sekarang setelah bulan desember menjadi  Rp 35.000 mas,” imbuh Yati. 


Ia berharap agar pemerintah bisa menyikapi  dengan baik dan mengembalikan harga normal dengan naiknya bahan pokok yang meresahkan bagi ibu rumah tangga.


“Saya sangat berharap besar kepada pemerintah ya Mas, agar bisa menurunkan atau menstabilkan harga pokok pada umumnya, karena saya sendiri yang tidak bekerja dan bergantung kepada suami sangat keberatan jika bahan pokok naik seperti ini, di satu sisi kebutuhan lain juga ada dan tak kalah penting,” pungkas Yati. (ms)

No comments:

Post a Comment