Di Jateng, LP Ma’arif NU Siap Dampingi Madrasah Riset - Soeara Moeria

Breaking

Thursday, 11 February 2021

Di Jateng, LP Ma’arif NU Siap Dampingi Madrasah Riset

Zoom meeting perencanaan madrasah riset. (Aklis)
Semarang, soearamoeria.com - Untuk kedua kalinya LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar pendampingan kepada madrasah-madrasah di tingkat MTs dan MA. Acara berkelanjutan ini mengambil tema “Perencanaan Madrasah Riset” dengan tiga narasumber Nursalim Kepala MAN 2 Kota Kediri, Amiroh Ambarwati dewan pakar LP Ma'arif NU PWNU Jateng, dan M. Miftakhul Falah selaku Pendamping Riset MAN 2 Kudus.

Di tengah suasana mendung pada Jumat (12/2/2021) pukul 08.15 WIB acara dimulai dengan hikmat. Sambutan diberikan Fakhruddin Karmani, Wakil Ketua Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah. Dalam sambutan ia menyampaikan bahwa LP Ma’arif mendukung penuh acara dan akan menjadwalkan pendampingan-pendampingan ke madrasah-madrasah yang mendapat SK Madrasah Riset di bawah naungan LP Ma’arif PWNU Jateng.

Pendamping Riset MAN 2 Kudus, Miftakhul Falah menyampaikan bahwa untuk memulai riset, lakukan apa yang bisa terlebih dahulu. “Karena jika tidak akan membutuhkan biaya yang banyak. Selain itu siswa juga harus diberi keringanan agar nilainya tetap baik, sehingga nilai akademiknya tetap baik,” paparnya. 

Dewan Pakar LP Ma’arif PWNU Jateng, Amiroh Ambarwati menyampaikan bahwa selain pendampingan dari LP Ma’arif NU Jateng, BDK Kota semarang juga akan melakukan pendampingan. “Kita akan hadir ke sekolah-sekolah untuk pendampingan secara langsung. Sehingga madrasah di bawah naungan LP Ma’arif risetnya dapat berjalan dengan maksimal,” lanjut Amiroh. 

Dalam diskusi yang diikuti 50 peserta lebih, Kepala MAN 2 Kota Kediri, Nursalim menyampaikan bahwa dengan riset dapat membangun budaya kritis di lingkungan madrasah. “Kalaupun ada prestasinya itu adalah bonus dari prosesnya,” tandasnya.

Di akhir sambutan penutup, Fakhruddin Karmani menyampaikan Riset adalah temuan. “Saya berharap nantinya hasil riset anak-anak madrasah di naungan LP Maarif nanti dapat diterbitkan secara khusus,” pungkas Fakhruddin. (ak)

No comments:

Post a comment