Wawasan Kewarganegaraan Generasi Z - Soeara Moeria

Breaking

Thursday, 9 January 2020

Wawasan Kewarganegaraan Generasi Z

Erika Patricia
Oleh : Erika Patricia, mahasiswi Universitas Islam Malang
 
Kewarganegaraan adalah suatu hal yang berhubungan dengan warga negara dengan negara atau keanggotaan yang berkaitan antara negara dengan. Kebangsaan adalah klasifikasi bagian hukum dari kewarganegaraan. Sebagai warga negara yang memiliki etika, kita wajib menjaga nama baik negara kita dimana pun kita berada dan kapanpun itu. Di era milenial saat ini banyak orang yang memandang status kewarganegaraan nya hanya dalam KTP saja atau sebagai identitas semata.

Kalangan generasi Z yang kurang mencerminkan sikap kewarganegaraan mereka. Generasi sekarang sibuk dengan dunia maya media sosial. Seakan dunia mereka hanyalah dalam sosial media, terkadang itu menimbulkan dampak negatif dengan munculnya komentar negatif yang dapat menyinggung banyak orang sehingga membuat kita saling bermusuhan. Tak jarang hal itu terjadi di kalangan penggemar yang ingin membela sang idola dari kicauan haters tak hanya dari kalangan penggemar, idola, dan haters saja bahkan dari kalangan masyarakat biasa pun bisa bertengkar karena hal sepele di media sosial. Pada dasarnya kita diciptakan untuk saling bersatu dan mendukung.

Negara sangat mengizinkan kita generasi Z berwawasan luas dunia, menghafalkan banyak bahasa, mempelajari budaya asing karena itu adalah hak kita dan kewajiban kita agar dapat membawa nama Indonesia ke jenjang Internasional. Sebagai warga negara yang baik semua itu seharusnya dengan tujuan memajukan kehidupan bangsa sepeti kita belajar budaya asing tapi masih tetap selalu melestarikan budaya bangsa kita sendiri, menghafalkan bahasa asing tapi sangat paham dengan tata cara bahasa negara kita, tetap melestarikan sikap dan bahasa negara kita. Namun perlu kita garis bawahi bahwa mencintai bangsa sendiri itu sangat penting untuk masa depan negara.

Negara di era globalisasi seperti sekarang hanya bisa mengandalkan kaum muda sebagai anak negeri penerus bangsa. Jika penerus bangsa mencintai produk luar negeri sampai rela membayar mahal untuk mendapatkannya maka siapa yang akan mencintai produk dalam negeri? Siapa yang akan melestarikannya? Jangan tunggu sampai punah baru dilestarikan, waktu terbaik untuk melestarikan kebudayaan, adat istiadat, dan produk dalam negeri adalah sejak dini dimulai dari orang sekitar sampai diri sendiri. Melestarikan sumber daya haruslah sejak masih dikenal banyak orang, masih dalam keadaan baik bukan saat akan punah agar hal itu akan terus terjaga sampai kedepan di dalam dan di luar negeri.

Kita sebagai anak muda generasi Z yang penuh dengan kreativitas hendaknya mengkreasikan sumber daya di Indonesia agar lebih bermanfaat bagi banyak orang. Kita sebagai penerus bangsa hendaknya selalu menjunjung tinggi kewarganegaraan kita memajukan bangsa kita bangsa Indonesia. Cintai produk dalam negeri, lestarikan sumber daya bangsa untuk memajukan Indonesia. Anak muda yang baik adalah anak muda yang berpegang teguh untuk bangsanya. Kita harus senantiasa selalu mencerminkan sikap dan kepribadian yang baik atas nama bangsa Indonesia. Mari kita tuntun bersama untuk maju sambil menjaga negeri kita agar tetap damai.

No comments:

Post a comment