![]() |
| Penghargaan peringkat III untuk UIN Sunan Kudus. |
Cirebon, soearamoeria.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus berhasil meraih Terbaik III Nasional dalam kategori Institusi Pendidikan Tinggi yang Mendukung Pengembangan dan Pemberdayaan Industri Halal Terbaik pada ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap perguruan tinggi yang dinilai berkontribusi dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan industri halal.
Berdasarkan hasil pemeringkatan, UIN Sunan Kudus menempati posisi Terbaik III, setelah Universitas Airlangga sebagai Terbaik I dan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Terbaik II.
Penghargaan tersebut tercantum dalam piagam yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto, dan bertanggal 24 September 2026.
Capaian UIN Sunan Kudus tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan IHYA 2026 yang diikuti oleh berbagai unsur dalam ekosistem industri halal nasional.
Kementerian Perindustrian mencatat sebanyak 1.091 peserta mengikuti IHYA 2026. Dari jumlah tersebut, 374 peserta melewati tahap verifikasi dokumen dan self-assessment, kemudian 97 peserta dengan nilai tertinggi mengikuti tahap penjurian. Hasil pleno penjurian pada 3 September 2026 menghasilkan rekomendasi penerima penghargaan IHYA 2026.
Pada IHYA 2026, Kementerian Perindustrian juga memperkenalkan kategori Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Terbaik sebagai salah satu kategori penghargaan dalam upaya memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam ekosistem industri halal nasional.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi,Lc., M.Si. sangat mengapresiasi atas capaian tersebut. Prestasi ini menjadi bukti komitmen UIN Sunan Kudus dalam ikut serta membangun ekosistem halal dan industri halal.
“Selamat dan sukses pada LPH UIN Sunan Kudus, semoga menginspirasi kita semua dalam menembangkan budaya halal dalam setiap aktivitas kita. Sekaligus semoga capaian prestasi ini meningkatkan rekognisi kelembagaan UIN Sunan Kudus,” harapnya.
Sementara itu Kepala Pusat Halal UIN Sunan Kudus, Arghob Khofya Haqiqi, M.Pd., menyampaikan bahwa melalui Pusat Sertifikasi Produk Halal UIN Sunan Kudus, pengembangan ekosistem halal tidak hanya diarahkan pada pemenuhan aspek akademik, tetapi juga melalui penguatan kelembagaan halal, pendampingan sertifikasi halal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Capaian pada IHYA 2026 sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kudus dalam membangun ekosistem halal berbasis perguruan tinggi” ujarnya.
Lebih lanjut Arghob menjelaskan, ekosistem tersebut mencakup pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan kelembagaan halal, pendampingan sertifikasi, pengembangan SDM, serta kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemerintah.
Bagi UIN Sunan Kudus, penghargaan Terbaik III Nasional IHYA 2026 menjadi bagian dari perjalanan penguatan kelembagaan halal di lingkungan perguruan tinggi.
“Ke depan, capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas layanan halal, memperkuat kompetensi SDM, serta memperbesar kontribusi UIN Sunan Kudus dalam pengembangan industri halal di tingkat daerah, nasional, hingga internasional” harapnya. (ah)
