![]() |
| Program “Satu Piring Seribu Persahabatan” yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, di lapangan SDN Patemon 02. |
Semarang, soearamoeria.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Patemon 02 Kota Semarang tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
Program tersebut dikembangkan menjadi ruang belajar nyata bagi murid untuk membangun kebiasaan hidup sehat, peduli terhadap sesama, serta menguatkan karakter “Rukun Sama Teman”. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Satu Piring Seribu Persahabatan” yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, di lapangan SDN Patemon 02.
Kegiatan diikuti oleh seluruh keluarga besar SDN Patemon 02 dan dilaksanakan bekerja sama dengan SPPG Patemon. Tim SPPG Patemon hadir bersama ahli gizi dan asisten lapangan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada murid. Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menghubungkan program MBG dengan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Kegiatan diawali dengan suasana ceria melalui peran Sahabat Sekolah Dasar SDN Patemon 02 sebagai pewara. Rean, Ratu, Nyala, dan Yuma menyambut kedatangan kakak-kakak dari SPPG Patemon dengan penuh semangat.
Kehadiran para Sahabat Sekolah Dasar menunjukkan bahwa murid bukan hanya menjadi penerima manfaat kegiatan, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai penggerak budaya positif di lingkungan sekolah.
Acara kemudian dibuka oleh Kepala SDN Patemon 02, Dr. Dian Marta Wijayanti, S.Pd., M.Pd. Dalam pembukaannya, kegiatan MBG diarahkan bukan sekadar menjadi agenda makan bersama, tetapi sebagai kesempatan bagi murid untuk belajar mengenai kesehatan, tanggung jawab, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian. Nilai Rukun Sama Teman dihidupkan melalui pengalaman sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Untuk membangun keterlibatan murid, kegiatan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik mengenai menu MBG yang mereka harapkan. Murid diajak menyampaikan pendapat, pengalaman, dan pilihan makanan yang mereka sukai. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang komunikatif sekaligus membantu anak memahami bahwa makanan bergizi juga dapat dinikmati dengan rasa senang.
Tim SPPG Patemon juga mengajak murid mengingat kembali makanan yang mereka konsumsi pada hari sebelumnya. Beberapa murid diberikan kesempatan untuk maju dan menceritakan pengalaman makan mereka. Anak-anak yang berani tampil mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini mendorong keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri murid.
Selanjutnya, ahli gizi dari SPPG Patemon menyampaikan edukasi mengenai konsep “Isi Piringku”. Murid diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi makanan dengan komposisi yang beragam dan seimbang. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang sederhana agar anak-anak dapat memahami bahwa tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk tumbuh, belajar, bermain, dan beraktivitas.
Dalam sesi tersebut dibahas pula kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Murid diajak mengenali sumber-sumber zat gizi yang terdapat dalam makanan mereka. Dengan demikian, menu MBG tidak hanya dilihat sebagai makanan yang harus dihabiskan, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran untuk mengenali fungsi makanan bagi kesehatan dan pertumbuhan.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung mengambil makanan MBG secara tertib. Murid belajar mengantri, menunggu giliran, menghargai teman, serta menjaga ketertiban. Proses sederhana tersebut menjadi bagian penting dari laboratorium karakter karena nilai kebersamaan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi dipraktikkan secara langsung.
Murid kemudian menikmati makanan MBG bersama-sama. Sambil makan, mereka kembali berdiskusi mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam menu yang disajikan. Suasana makan bersama menjadi ruang interaksi yang menyenangkan bagi murid untuk belajar berbagi, menghargai teman, dan membangun kebiasaan makan sehat.
Para Sahabat Sekolah Dasar juga mengambil peran dalam mengingatkan teman-temannya untuk menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan. Mereka mengajak seluruh murid untuk mencuci tangan, menikmati makanan dengan tertib, serta merapikan ompreng setelah selesai makan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter bertanggung jawab terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SDN Patemon 02 bersama SPPG Patemon berkomitmen menjadikan MBG sebagai laboratorium kehidupan tempat murid belajar gizi sekaligus mempraktikkan karakter. Dari satu piring makanan, tumbuh banyak pembelajaran: hidup sehat, disiplin, berani berbicara, tertib dalam antrean, menjaga kebersihan, dan menghargai teman.
Semangat “Satu Piring Seribu Persahabatan” diharapkan terus tumbuh sehingga program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan anak, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya “Rukun Sama Teman” di SDN Patemon 02. (ah)
