Notification

×

Iklan

Iklan

Madrasah Berstandar Global Digulirkan LP Ma'arif NU Jateng, MI Islamiyah Surodadi Batang Siap Jadi Pelopor

Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:15 WIB Last Updated 2026-08-13T16:15:38Z
MI Islamiyah Surodadi Batang siap jadi pelopor madrasah berstandar global


Batang, soearamoeria.com - LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama tim MPM-Pearson melakukan pendampingan Program Madrasah Berstandar Global di MI Islamiyah Surodadi, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026). Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memantau progres sekaligus memastikan implementasi program berjalan sesuai target.


Pendampingan secara luring berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026. Selain di MI Islamiyah Surodadi Batang, kegiatan serupa juga dilaksanakan di MI Gedanganak Kabupaten Semarang, MTs Banat Kudus, dan MA Banat Kudus.


Kepala MI Islamiyah Surodadi, Selamet, menyampaikan antusiasme pihak madrasah untuk terus melakukan pengembangan dan peningkatan mutu.


“Kami bersemangat ingin memajukan madrasah saya. Kami punya cita-cita menjadikan MI ini berstandar internasional. Kami menyambut program kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Pearson dan PMP,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kesiapan tersebut juga telah dibahas bersama seluruh wali murid. Hasil pleno menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mengembangkan madrasah menuju standar internasional.


“Kami juga termotivasi oleh pengurus bahwa Allah itu suka sama orang yang punya cita-cita besar,” tambahnya.


Wakil Ketua PCNU Batang Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia, KH. Syaiful H., mengatakan pendampingan pendidikan di Kabupaten Batang membutuhkan usaha lebih karena masyarakat sedang menghadapi dua proses transisi sekaligus.


“Di Batang kami menemani warga NU melewati dua transisi, dari agraria culture ke industrial culture dan juga transisi digital,” katanya.


Menurutnya, perubahan tersebut harus direspons melalui penguatan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menyebut sejumlah inisiatif yang telah digagas Ma’arif, Lakpesdam, dan lembaga lain di lingkungan PCNU Batang, termasuk program beasiswa perguruan tinggi bagi lulusan Ma’arif.


“Pengurus Ma’arif harus bisa meyakinkan guru kelas 12 agar memotivasi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” pesannya.


Syaiful juga mendorong MI Islamiyah Surodadi membangun kekhasan yang menjadi keunggulan utama madrasah. Salah satunya melalui penguatan kemampuan bahasa Inggris.


“Pesan saya untuk kepala MI yang punya obsesi tinggi: jadikan Kampung Surodadi ini menjadi Kampung Inggris Surodadi. Saya sadari susah mencari satuan pendidikan yang sempurna, pasti masing-masing punya keunggulan. Maka jadikan MI ini unggul di bidang penguasaan bahasa Inggris,” tegasnya.


Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menjelaskan bahwa Program Madrasah Berstandar Global merupakan bentuk kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Pearson dan MPM. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan dan konsistensi madrasah dalam menjalankan setiap tahapan.


Ia menyebut tidak semua madrasah memberikan respons yang sama terhadap program tersebut. Karena itu, madrasah yang telah menunjukkan komitmen perlu menjaga konsistensi dalam proses pengembangannya.


“Bagi yang sudah merespons baik program ini, seperti di MI Islamiyah Surodadi ini, maka jaga konsistensi atau istiqomahnya. Karena istiqomah itu yang menjadikan keberhasilan di madrasah ini,” ujarnya.


Fakhruddin menegaskan, pengembangan mutu dan daya saing global tidak boleh membuat madrasah kehilangan identitas. Menurutnya, penguatan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah harus tetap menjadi fondasi utama pendidikan di lingkungan Ma’arif.


“Kita harus membentengi anak-anak kita dengan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Pengawalan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah jangan sampai lelah. Amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah harus menjadi karakter utama anak-anak di madrasah Ma’arif,” pungkasnya.


Sementara itu, tim MPM-Pearson yang diwakili Derby memberikan pendampingan secara intensif kepada para guru. Pendampingan dilakukan secara tatap muka untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan program Madrasah Berstandar Global.


“Saya sangat excited di sini, karena semangatnya bapak/ibu guru yang luar biasa,” katanya.


Program Madrasah Berstandar Global diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah NU. Melalui program ini, madrasah didorong menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing global, sekaligus tetap memiliki karakter kuat, berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. (ah)

close close