![]() |
| Lesbumi Kudus hadirkan seniman lintas disiplin, tampilkan musikalisasi puisi, live painting, dan diskusi. |
Kudus, soearamoeria.com - Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Kudus mengajak masyarakat untuk memperhatikan lingkungan.
Acara bertajuk “Bisik Bumi di Atas Trotoar” itu menghadirkan para seniman lintas disiplin untuk menampilkan pertunjukan musikalisasi puisi, live painting dan diskusi.
Ketua Lesbumi Kudus Abud SB Runcing menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi kerusakan lingkungan yang semakin tidak terkendali.
Untuk itu, puisi-puisi yang dibawakan dalam acara tersebut juga menyoroti tentang lingkungan dan ajakan kepada masyarakat agar merefleksikan ulang misi penyelamatan lingkungan.
“Ada salah satu puisi yang menyoroti sebuah keprihatinan tentang Gunung Muria dan bagaimana kita seharusnya merawat ala mini,” ujar Abu, Senin (29/06/26) saat ditemui di Rumah Kreatif Lesbumi.
Kegiatan ini, kata Abu, juga sebagai tindak lanjut dari kegiataan Lesbumi Writers Festival (LWF) yang tempo hari lalu dilaksanakan di Pegunungan Pati Ayam.
Abu mengatakan banyak pelajaran yang ia dapatkan selama di Pegunungan Pati Ayam. Terlebih bagaimana seharusnya manusia merawat alam agar tidak terus tandus.
“Di Patiayam kita banyak belajar mengenai pentingnya merawat alam, menyelaraskan masa lalu dengan masa kini sehingga mampu saling melengkapi,” imbuhnya.
Selain Abu, beberapa seniman tampak merefleksikan kondisi lingkungan menjadi sebuah lukisan.
Choirul Anam misalnya, ia menyoroti bumi yang semakin panas dengan lukisannya yang didominasi warna merah. Jika kondisi tersebut dibiarkan, kata Anam, bisa saja manusia semakin tidak punya tempat untuk berteduh.
“Harus ada kemauan untuk memperhatikan kembali lingkungan kita, memperbanyak penghijauan agar manusia tetap memiliki tempat untuk berteduh,” papar Anam. (he)
