Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Wukuf, Menhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:12 WIB Last Updated 2026-05-20T09:12:42Z

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyapa jemaah kloter KJT 37 - Bekasi di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/05/2026) petang. Foto: Ahsan Fauzi




Jeddah, soearamoeria.com - Rombongan Amirul Hajj gelombang kedua tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/05/2026) pukul 17.40 WAS. Kedatangan Amirul Hajj gelombang kedua yang dinamakan tim KH Ahmad Dahlan dipimpin langsung oleh Amirul Hajj, sekaligus Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. 


Turut membersamai kehadiran Amirul Hajj, sejumlah tokoh dan pejabat yang masuk dalam jajaran Amirul Hajj haji Indonesia 2026, di antaranya; Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nurdiana, penasihat presiden Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Safira Machrusah, KH. Saifuddin Chalim Abdullah, dan Hasyimsyah Nasition.


Begitu tiba di Bandara, Amirul Hajj langsung menyapa jemaah kloter KJT 37 - Bekasi yang baru saja tiba. Dalam kesempatan itu, Amirul Hajj, sekaligus Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf memastikan persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan menjelang fase krusial pelaksanaan haji 1447 H / 2026 M. 


Menurutnya, hingga saat ini sekitar 93 persen jemaah Indonesia telah tiba di Tanah Suci.


“Alhamdulillah tadi kami mendapatkan paparan bahwa sudah 93 persen jemaah hadir di Tanah Suci. Mudah-mudahan sisanya segera menyusul,” kata Gus Irfan sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf. 


Gus Irfan, sapaan akrab Irfan Yusuf, menjelaskan, salah satu tugas utama Amirul Hajj adalah memastikan seluruh proses ibadah haji jemaah Indonesia berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.


“Salah satu tugas Amirul Hajj adalah memastikan semua proses haji para jemaah kita berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan semuanya pulang dengan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Irfan Yusuf juga mengungkapkan kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi. 


Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah wafat tahun ini disebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu.


“Alhamdulillah laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik,” katanya.


Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat memasuki fase Armuzna yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji.


Terkait persiapan Armuzna, Irfan Yusuf mengatakan pemerintah terus melakukan rapat evaluasi setiap malam guna mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.


Menurutnya, sejumlah aspek penting seperti pergerakan jemaah, transportasi, hingga distribusi konsumsi selama Armuzna telah dibahas secara detail dan akan segera difinalisasi.


“Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” ujarnya.


Ia menegaskan, keberhasilan Armuzna menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.


“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” katanya.


Irfan Yusuf juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilainya bekerja keras di lapangan melayani jemaah.


Menurut dia, para petugas terus berjibaku memastikan pelayanan berjalan optimal sejak kedatangan jemaah hingga menjelang puncak haji.


“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif semua,” ujarnya.


Ia berharap semangat para petugas tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat fase Armuzna yang menjadi tantangan terbesar dalam operasional haji.


Menjelang wukuf di Arafah, Irfan Yusuf juga mengingatkan jemaah Indonesia agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan.


Ia meminta jemaah mengukur kemampuan fisik masing-masing, termasuk tidak terlalu sering melaksanakan umrah sunnah yang dapat menguras stamina menjelang puncak haji.


“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.


Selain itu, ia meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak menggelar kegiatan city tour sebelum fase Arafah selesai demi menjaga kesehatan jemaah.


“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” tegasnya. (af)

close close