![]() |
| Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bawaslu dan Inisnu Temanggung pada Kamis (16/4/2026). |
Temanggung, soearamoeria.com - Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung terus memperkuat perannya dalam pendidikan demokrasi. Bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung, kampus yang dipimpin Dr Hamidulloh Indah, M.Pd., ini siap membuka kelas kuliah khusus penyelesaian sengketa Pemilu sebagai bagian dari penguatan kapasitas mahasiswa di bidang kepemiluan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung, Roni Nefriyadi, S.Pd., C.Med., yang diterima langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., beserta jajaran Wakil Rektor, Kamis (16/4/2026), di Rektorat INISNU Temanggung.
Pertemuan itu menjadi momentum strategis dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua lembaga di bidang pendidikan politik, demokrasi, dan pengawasan pemilu partisipatif menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, menegaskan bahwa kerja sama ini akan diimplementasikan secara konkret dalam bentuk program akademik, salah satunya pembukaan kelas penyelesaian sengketa pemilu yang terintegrasi dengan kegiatan praktis.
“Ini menjadi bekal mahasiswa ketika terjun di lapangan, sekaligus bisa menjadi suplemen ketika mereka nantinya terlibat sebagai penyelenggara pemilu, baik dari aspek knowledge, skills, maupun attitude,” ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, serta tanggung jawab berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Bawaslu diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam memperkuat literasi politik berbasis akademik.
“Mahasiswa tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan kepekaan dalam mengawal proses demokrasi secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung, Roni Nefriyadi, yang juga alumni INISNU, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam menciptakan pemilu yang berintegritas dan berkeadilan.
Menurutnya, sivitas akademika memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kesadaran publik serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan pemilu secara partisipatif.
“INISNU memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Bawaslu dalam penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di masyarakat,” katanya.
Dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan politik dan demokrasi, serta sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai program strategis, antara lain pendidikan khusus penyelesaian sengketa proses pemilu, penyelenggaraan kuliah umum, studium generale, seminar, workshop, diskusi, hingga produksi konten edukatif seperti podcast dan media publikasi lainnya.
Sebagai tindak lanjut teknis, Perjanjian Kerja Sama yang disepakati akan menjadi pedoman pelaksanaan berbagai program kolaboratif. Dalam implementasinya, mahasiswa INISNU Temanggung akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang di lingkungan Bawaslu Kabupaten Temanggung.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam kegiatan pengawasan pemilu partisipatif serta difasilitasi dalam simulasi penyelesaian sengketa melalui peradilan semu non-litigasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan analisis, argumentasi, serta pemahaman prosedural mahasiswa dalam menangani persoalan kepemiluan.
Dalam aspek kelembagaan, kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat sinergi melalui pertukaran data, informasi, dan bahan publikasi, serta saling mendukung dalam penyediaan narasumber pada berbagai kegiatan pendidikan politik dan demokrasi.
Dosen dan akademisi INISNU dapat berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan Bawaslu, sementara Bawaslu akan menghadirkan tenaga ahli di bidang kepemiluan untuk mendukung kegiatan akademik di lingkungan kampus.
Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi secara konseptual, tetapi juga memiliki kapasitas praktis dan integritas dalam mengawal jalannya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
Melalui sinergi yang terbangun, INISNU Temanggung dan Bawaslu Kabupaten Temanggung berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan politik yang inklusif, aplikatif, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal maupun nasional. (ah)
