![]() |
| Ilustrasi: istockphoto.com. |
Pada suatu hari yang cerah, Bella berjalan-jalan di hutan dengan orang tuanya. Mereka menikmati keindahan alam dan suara burung yang berkicau. Bella, yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, sering kali berlari mendahului orang tuanya untuk melihat-lihat bunga dan kupu-kupu.
Tiba-tiba, dia tidak sengaja berlari terlalu jauh dan tidak melihat orang tuanya lagi. Bella memanggil-manggil ibu dan ayahnya, tapi tidak ada jawaban. Dia merasa takut dan sendirian di hutan yang lebat.
Bella mulai menangis dan berlari mencari orang tuanya, tapi semakin lama semakin tersesat. Saat itu, dia melihat seekor rusa cantik dengan mata lembut mendekatinya.
Rusa itu, yang kemudian Bella tahu namanya adalah Luna, mendekati Bella dengan langkah perlahan dan mata yang lembut. Bella, yang masih menangis, melihat Luna dan merasa sedikit takut pada awalnya. Namun, Luna tidak melakukan apa-apa yang menakutkan. Sebaliknya, dia menundukkan kepala dan membiarkan Bella menyentuh bulu lembutnya.
Bella, yang merasa sedikit lebih tenang, berhenti menangis dan menyentuh bulu Luna. Luna kemudian mengangguk dan mulai berjalan perlahan, seolah-olah mengajak Bella untuk mengikutinya. Bella, yang masih merasa takut dan sendirian, memutuskan untuk mengikuti Luna.
Luna membawa Bella ke sebuah tempat yang tersembunyi di balik semak-semak. Di sana, ada sebuah sumber air yang jernih dan beberapa buah-buahan yang lezat. Luna memberikannya kepada Bella, dan Bella merasa sangat lapar dan kehausan. Dia minum air dan makan buah-buahan itu, dan merasa sedikit lebih baik.
Setelah itu, Luna dan Bella mulai bermain bersama. Mereka berlari, bermain petak umpet, dan berbagi makanan. Bella merasa sangat bahagia memiliki teman baru di hutan. Dia tidak merasa sendirian lagi, dan Luna menjadi sahabat baiknya.
Tapi, Bella tahu bahwa dia tidak bisa tinggal di hutan selamanya. Dia ingin menemukan orang tuanya dan kembali ke rumah. Luna, yang seperti memahami perasaan Bella, mendekatinya dan menundukkan kepala.
Bella merasa lelah dan tertidur pulas di tubuh Luna di dalam gua. Luna, yang tidak ingin mengganggu tidur Bella, tetap diam dan membiarkan Bella tidur di atas tubuhnya. Dia merasa hangat dan nyaman memiliki Bella di dekatnya.
Luna tidak siap kehilangan Bella, tapi dia tahu bahwa Bella harus kembali ke orang tuanya. Dia memutuskan untuk terus membantu Bella menemukan jalan keluar dari hutan dan bertemu dengan orang tuanya.
Saat Bella terbangun, dia merasa segar dan siap menghadapi hari baru. Dia melihat Luna yang sedang menatapnya dengan mata lembut dan tahu bahwa Luna telah menjaganya saat dia tidur.
"Terima kasih, Luna," kata Bella dengan suara lembut.
"Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpa kamu."
Luna mengangguk dan membiarkan Bella turun dari tubuhnya. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka, dengan Luna memimpin Bella melalui hutan.
Setelah beberapa jam berjalan, mereka akhirnya melihat cahaya di kejauhan. Bella berlari menuju cahaya itu dan melihat orang tuanya yang sedang mencarinya. Mereka sangat gembira melihat Bella dan langsung memeluknya erat.
Bella juga sangat gembira melihat orang tuanya, tapi dia tidak bisa tidak merasa sedih karena harus berpisah dengan Luna. Dia berpamitan dengan Luna dan berterima kasih atas bantuannya.
Luna, yang tahu bahwa dia harus melepaskan Bella, membiarkan Bella pergi dengan orang tuanya. Dia menonton mereka pergi dengan mata yang berkaca-kaca, tapi dia juga merasa bahagia karena telah membantu Bella menemukan jalan pulang.
Sejak saat itu, Bella selalu meminta izin kepada orang tuanya untuk memberi makan Luna setiap hari. Orang tuanya, yang melihat betapa besar kasih sayang Bella terhadap Luna, tidak keberatan dan bahkan ikut membantu memberi makan Luna.
Setiap hari, Bella dan orang tuanya akan membawa makanan untuk Luna ke hutan. Mereka akan menunggu Luna di tempat yang sama, dan Luna akan muncul dengan mata yang bersinar. Bella sangat gembira melihat Luna, dan Luna juga tampaknya sangat menantikan kunjungan Bella.
Orang tua Bella juga merasa bahagia melihat hubungan baik antara Bella dan Luna. Mereka merasa bahwa pengalaman Bella tersesat di hutan dan bertemu dengan Luna telah mengajarkan Bella tentang pentingnya kasih sayang dan tanggung jawab terhadap makhluk lain.
Seiring waktu, Luna menjadi semakin dekat dengan Bella dan orang tuanya. Mereka akan bermain bersama, dan Luna bahkan akan membiarkan Bella naik ke punggungnya dan berlari di sekitar hutan.
Bella dan Luna telah menjadi sahabat yang tidak terpisahkan, dan orang tua Bella sangat gembira melihat hubungan baik antara anak mereka dan rusa cantik itu. Mereka semua hidup bahagia bersama, dengan kasih sayang dan persahabatan yang tumbuh semakin kuat setiap hari. (*)
__Laras Sanggita seorang yang terus bergerak di bidang karya sastra. Tulisannya dapat di baca di billfest.literasi Banyumas, Jawa Tengah. Karya novel bisa dibaca di perpus UNU Jogja dan UMP Purwokerto. Selain suka nulis, juga sama bertanam bunga, khususnya bunga matahari. Dan kalian bisa sapa melalui ig @larassanggitaa atau tiktok @larassanggitaa.
