Di Sekolah Indonesia Riyadh, Dosen Unwahas dan Unisnu Berikan Penguatan Moderasi Beragama - Soeara Moeria

Breaking

Rabu, 08 November 2023

Di Sekolah Indonesia Riyadh, Dosen Unwahas dan Unisnu Berikan Penguatan Moderasi Beragama

Berbincang di KBRI Riyadh. (Foto: Istimewa)

Riyadh, soearamoeria.com - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melakukan perjalanan ke Arab Saudi guna memberikan penguatan moderasi beragama di Sekolah Indonesia Riyadh (SIR).


Perjalanan akademik tersebut dilakukan oleh Ma’as Shobirin (Unwahas Semarang) dan Fathur Rohman (Unisnu Jepara) yang  memeroleh hibah program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaboratif Internasional dari Diktis Kementerian Agama RI. 


Kegiatan ini berlangsung dua minggu dengan melibatkan beberapa mitra pengabdian di Arab Saudi.


Sebelum melakukan penguatan bagi guru sekolah Indonesia di Arab Saudi, Tim pegabdian melakukan kunjungan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI, Badrus Sholeh guna memperoleh data awal seputar perkembangan pendidikan di Arab Saudi.


Tidak berhenti sampai di situ, tim pengabdian juga memperoleh kesempatan berharga untuk melakukan wawancara dengan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad dengan membincangkan hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi serta kebijakan yang dirumuskan dalam mendukung program moderasi beragama, utamanya dalam konteks pindidikan. 


Perbincangan bersama tokoh penting tersebut berlangung selama 1,5 jam di Kantor KBRI Riyadh. 


Pemilihan lokasi di Arab Saudi bukan tanpa alasan. Kedua negara ini sejatinya memiliki kesamaan visi dalam memperjuangkan Islam Wasathiyah guna menghadirkan iklim perdamaian bagi seluruh masyarakat dunia.


Pemerintah memiliki tiga sekolah Indonesia yang berada di Jeddah, Mekkah dan Riyadh. Namun, tim pengabdian memilih Riyadh sebagai pilot project dalam menyemaikan moderasi beragama serta melakukan kunjungan akademik di Sekolah Indonesia Mekkah.


Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) merupakan lembaga pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, dan dikelola oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Komite Sekolah. 


Sekolah Indonesia Riyadh menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat pendidikan TK, SD, SMP dan SMA. Sekolah ini memiliki beberapa keunggulan antara lain penguasaan komunikasi Bahasa Inggris, Bahasa Arab serta penguasaan IT yang siap dicoba setiap saat.


Dalam proses penguatan moderasi beragama bagi guru, Ma’as Shobirin, selaku ketua tim memaparkan bahwa moderasi beragama penting untuk dikenalkan kepada seluruh warga Indonesia, tak terkecuali mereka yang berada di luar negeri. Dalam hal ini, lembaga pendidikan Indonesia di luar negeri memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan moderasi beragama di sana. 


“Kita harapkan Sekolah Indonesia Riyadh nanti akan menjadi agen moderasi beragama di Arab Saudi dan menjadi pionir dalam implementasi nilai-nilai moderasi beragama dan nasionalisme di luar negeri,” tuturnya.


Terpisah, Mustajib selaku kepala sekolah Indonesia Riyadh menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap kedatangan tim pengabdian akan menjadi pemantik bagi warga sekolah untuk menjadi lebih baik, khususnya dalam menerapkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran.


“Kami menyambut baik program ini dan berterima kasih telah memilih SIR sebagai sasaran program. Saya kira penguatan moderasi beragama penting untuk bagi kami yang tinggal di luar negeri agar tidak tercerabut dari identitas sebagai warga Indonesia. Apalagi, guru dan siswa-siswi kami berasal berbagai latar belakang suku dan budaya. Khususnya para siswa, kelak suatu saat mereka tentu akan kembali ke Indonesia dan menjalani kehidupan yang majemuk di Indonesia,” papar Mustajib.


Kerja sama yang sudah berjalan baik ini diyakini mampu memberikan bekal pengalaman bagi guru serta warga sekolah Indonesia di Riyadh dalam menyemaikan moderasi beragama di Arab Saudi. 


Selanjutnya, Sekolah Indonesia Riyadh diharapkan mampu menjadi role model dalam pengembangan moderasi beragama di sekolah Indonesia luar negeri lainnya. (ip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar