Indikator Kemajuan Negara yang Terlupakan - Soeara Moeria

Breaking

Kamis, 12 Oktober 2023

Indikator Kemajuan Negara yang Terlupakan

Anak SD membawa bendera. (Foto: gramedia.com)

Oleh : Irna Maifatur Rohmah, alumnus UIN Prof Dr KH Saifuddin Zuhri Purwokerto 


Seiring perkembangan zaman, kemudahan akses terhadap sisi dunia semakin mudah. Berita makin mudah dijangkau di berbagai sudut negeri. Hal ini tidak bisa membendung luapan informasi yang didapatkan. Perkembangan teknologi bisa menjadi salah satu indikator kemajuan suatu negara namun bukan menjadi standar pokok untuk menentukan. 


Nyatanya kemudahan akses tidak menjadikan negara Indonesia semakin baik, namun dampak dari perkembangan teknologi mengungkap sisi gelap yang ada dalam tatanan negara ini. Hal-hal penting yang menjadi indikator kemajuan suatu negara nyatanya memiliki kualitas yang kurang baik atau bisa dikatakan buruk. Berikut tiga hal penting yang terlupakan dalam negara Indonesia.


Pertama, pendidikan, merupakan salah satu media untuk mencetak generasi penerus suatu bangsa. Pendidikan juga seperti mata elang suatu peradaban yang dapat melihat atau menentukan beberapa sisi dalam suatu negara. Melalui pendidikan tindak serta tanduk anak dapat dicetak dengan menentukan tujuan pendidikan yang selaras dengan tujuan suatu negara, generasi muda serta penerus dapat terbentuk sesuai keinginan. 


Namun, hal ini tidak selamanya berjalan dengan mulus. Contohnya di negera kita, Indonesia tercinta. Tidak jarang berita muncul dari sisi pendidikan baik dari sisi pendidik maupun peserta didik, baik dari pendidikan formal ataupun pendidikan non-formal. Pendidik melakukan cabul terhadap peserta didik. Pendidik melakukan kekerasan kepada peserta didik. Masa orientasi yang berakhir memakan korban jiwa. Dan masih banyak kasus lain yang menimpa dunia pendidikan. 


Bagaimana bisa dengan pendidikan yang menjadi pondasi kemajuan negara justru terdapat hal yang keliru, bukannya membangun namun sebaliknya, menghancurkan. Dengan kejadian seperti itu dapat menyebabkan trauma peserta didik terhadap pendidikan. Hal ini dapat menjadi tanda bobroknya sistem yang ada di dalamnya. Hal ini bukan lagi rahasia umum namun terlupakan seperti angin lalu.


Kedua, kesehatan merupakan hal vital dalam keberlangsungan hidup. Dengan kesehatan manusia dapat meneruskan kehidupannya. Dalam hal ini suatu negara sangat memerlukan peran kesehatan untuk menjamin keberlangsungan warga negaranya. Oleh karenanya, kualitas suatu negara dapat dilihat salah satu sisinya yaitu kesehatan. 


Namun, baru-baru ini beredar berita dari dunia kesehatan yang kurang enak didengar. Dokter bodong yang memanfaatkan pemalsuan profesi untuk meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan kesehatan pasien yang ditanganinya. Dokter yang melakukan cabul juga tak luput dari negara ini. Berkedok memeriksa nyatanya cabul terselubung di sana. Belum lagi beberapa pekan ke belakang BPOM yang mengawasi asupan jiwa dalam satu negara mengalami kesalahan besar yang mana terdapat kandungan berbahaya dalam beberapa obat yang beredar di pasaran. 


Bagaimana letak fungsi pengawasan jika kebobolan zat berbahaya di dalamnya. Belum lagi di beberapa rumah sakit tak jarang pelayanan terhadap pasian pengguna BPJS dinomersekian-kan. Padahal seluruh pasien mendapatkan hak yang sama dalam hal pelayanan. Apakah hal negara ini sedang baik-baik saja?


Ketiga, keamanan merupakan hal yang penting untuk melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan rasa aman, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Namun beberapa oknum dari pihak yang memiliki tugas tersebut melakukan hal yang tidak seharusnya. Kelengahan, keteledoran, dan kekeliruan tak jarang terlihat di sini. 


Seperti beberapa waktu lalu tragedi Kanjuruhan, pihak keamanan kurang cakap dalam mengamati peraturan dan berakhir menyemburkan gas air mata yang seharusnya tidak dilakukan di dalam ruangan. Belum lagi oknum yang melakukan tindak kekerasan seksual hingga korban berakhir bunuh diri. Oknum keamanan yang seharusnya mengamankan negara dari zat terlarang narkoba malah menjadi pelaku dalam pengedarannya. 


Beberapa waktu lalu tersorot media nasional pembunuhan terhadap sesama anggota keamanan pun tak terelakkan dan masih saja terselimuti dengan rapi. Belum lagi pihak keamanan yang menjadi pelindung pelaku kejahatan yang tidak terhitung banyaknya. Apakah seperti ini cara memberikan perlindungan kepada warga negara?


Itulah beberapa kelengahan yang terjadi dalam beberapa sistem di negara ini. Kelengahan, kekeliruan, dan keteledoran memang tidak dapat dihindari dari makhluk yang namanya manusia ini. Namun upaya pencegahan dapat dilakukan dengan niat dan usaha yang serius. Mari kita doakan semoga sistem yang ada dalam negara ini lekas membaik dengan segera. (01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar