Notification

×

Iklan

Iklan

Silaturahmi ke Ndalem KH Mu'adz Thohir, Jaga Sanad Keilmuan Yayasan Walisongo dan Kajen

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:39 WIB Last Updated 2026-01-27T08:11:59Z
Direktur Eksekutif Yayasan dan Kepala MTs, MA, dan SMK bersama KH Mu'adz Thohir. 



Pati, soearamoeria.com - Pengasuh Pesantren Kulon Banon Kajen KH Mu'adz Thohir memberikan wejangan untuk Yayasan Walisongo Pecangaan yang sowan ke ndalem beliau pada Sabtu (24/1/2026) siang. 


Rombongan Yayasan Walisongo Pecangaan hadir KH Adib Khoiruzzaman (Direktur Eksekutif), Kepala MA Walisongo Ainun Nadjib, Kepala SMK Walisongo Irbab Aulia Amri, Kepala MTs Walisongo Achmad Zainuddin, dan Nur Zahid Wakil Kepala Humas. 


Dalam silaturahmi yang berlangsung gayeng tersebut, kiai yang akrab disapa Mbah Mu'adz mengingatkan untuk pengelola pendidikan tetap memelihara tradisi baik sembari mencari yang baru yang baik seperti tawasul kepada orang-orang saleh, auliya pecinta ilmu. "Termasuk di antaranya dengan mengadakan tabarruk khatmil qur'an di makbarah Mbah KH Mutamakkin," jelasnya. 


Terkait dengan kurikulum, lanjutnya harus peka dan menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan tradisi keagamaan yang sudah berjalan.


"Dalam konteks lembaga pendidikan harus ada keistimewaan sebagai pembeda dari lembaga pendidikan yang lain," terang Syuriyah PBNU ini. 


Di samping itu juga perlu target yang dicapai terutama kompetensi lulusan. 


Direktur Eksekutif Yayasan Walisongo Pecangaan, KH Adib Khoiruzzaman menyatakan sowan ke ndalem KH Mu'adz Thohir selaku salah satu sesepuh Kajen adalah untuk menjaga dan memperkuat sanad spiritual dan keilmuan antara lembaga pendidikan Walisongo dengan Kajen. 


"Hal ini karena pendiri Yayasan Walisongo Pecangaan KH Mahfudh Asymawi dan beberapa tokoh penting di awal berdirinya Yayasan adalah alumni Perguruan Islam Mathali'ul Falah, dan pesantren-pesantren di Kajen," papar Gus Adib.


Pihaknya berharap melalui silaturahmi Yayasan Walisongo Pecangaan semakin berkembang, dan melekat di hati masyarakat. (ah)
close close