Urgensi Pembelajaran Nonformal Anak di Era New Normal - Soeara Moeria

Breaking

Sunday, 7 February 2021

Urgensi Pembelajaran Nonformal Anak di Era New Normal

 

Pembelajaran nonformal anak. (Foto: Istimewa)
Oleh : Via Tantika, Mahasiswi KKN MIT DR-XI UIN Walisongo Semarang


Pada saat ini kemajuan teknologi merupakan salah satu hal yang harus di perhitungkan karena di zaman yang serba digital seperti ini semua orang mau tidak mau harus menyiapkan dirinya untuk berlari mengikuti perkembangan zaman yang ada. 


Pada masa yang serba digital ini yang disebabkan oleh Covid-19 semua pekerjaan yang biasanya di lakukan secara langsung melalui tatap muka mulai beralih dengan digital melalui layar kaca, terlebih lagi dalam bidang pendidikan semua haruslah merubah dari kebiasaan lama ke kebiasaan yang baru,  karena pendidikan merupakan suatu hal yang paling ampuh untuk dijadikan suatu tolak ukur dari seberapa serius pemerintah memperhatikan generasi penerus bangsa ini. 


Begitu juga dengan anak-anak yang masih polos dan kurang mengerti akan hak dan kewajiban, anak-anak harus dibimbing dengan orang tua maupun guru karena mereka masih belum bisa membedakan mana yang baik untuk dirinya dan mana hal yang buruk untuk dirinya, karena teknologi yang berkembang begitu pesat seperti sekarang ini bisa juga menjadi bumerang bagi anak-anak yang kurang pengawasan dari orang tua. 


Salma Azzahra (8), dan Sholifatul Jannah (12) yang biasanya belajar bersama guru dan teman-temannya di sekolah kini mereka harus belajar di rumah tanpa bimbingan, jika biasanya orang tua pergi untuk bekerja maka anak-anak mengerjakan tugas sekolah dengan mesin pencari (search engine), hal yang demikian dapat menyebabkan anak-anak menjadi ketergantungan dengan handphone dan juga membuat anak-anak terhambat dalam bersosialisasi dengan sekitar. 


Dengan adanya mahasiswa KKN MIT DR-XI UIN Walisongo Semarang dapat membantu anak untuk melakukan pendampingan belajar nonformal hal demikian juga dapat membantu anak-anak memahami materi yang sulit dipelajari. Karena tidak semua orang tua dapat mendampingi anaknya belajar secara intensif, walaupun dengan keadaan yang demikian tak menyurutkan semangat belajar mereka seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.


Untuk mengetahui tugas yang diberikan oleh pihak sekolah biasanya memberikan informasi melewati grup WhatsApp kemudian orang tua memberitahukan kepada anaknya mana saja yang harus dikerjakan pada saat itu juga, tapi ketika orang tua mereka sibuk dengan pekerjaannya, mereka akan menunggu orang tua mereka pulang kerja dan kemudian dikerjakan pada malam harinya. 


Dengan metode seperti ini dapat membantu orang tua mengontrol anak-anak mereka supaya tidak kecanduan dengan handphone, bahkan tak jarang juga ada hari di mana orang tua memberikan kebebasan untuk membiarkan anak mereka bermain handphone tapi biasanya hal tersebut dilakukan ketika anak-anak telah menyelesaikan tugas mereka barulah diberi izin. 


Karena itulah dukungan juga dampingan orang sekitar terhadap anak dirasa penting untuk mengetahui sejauh mana anak-anak dapat memahami materi pelajaran yang ada di sekolah, dengan adanya program KKN Mandiri inisiatif terpogram dari rumah dapat membantu anak-anak lebih semangat lagi untuk belajar. (*)

No comments:

Post a comment