Lestarikan Budaya Nusantara, Grup Rebana Al-Jawahir Kenakan Beskap Lurik dan Blangkon Setiap Pentas - Soeara Moeria

Breaking

Wednesday, 13 January 2021

Lestarikan Budaya Nusantara, Grup Rebana Al-Jawahir Kenakan Beskap Lurik dan Blangkon Setiap Pentas

 

Grup rebana Al-Jawahir saat pentas. (Dok.Istimewa)
Jepara, soearamoeria.com – Untuk melestarikan budaya nusantara Grup Rebana Al-Jawahir Desa Ngabul Kecamaatan Tahunan Kabupaten Jepara mengenakan beskap lurik dan blangkon pada saat pentas. Mulanya, seragam tersebut dikenakan anggota Mitra Pemuda Sendang Sari (MPSS) saat perayaan Manganan di Punden Sendang Sari yang jatuh tiap Jumat Kliwon bulan Zulqa’dah. Muncul ide untuk memberikan ikon unik saat berlangsungnya acara. Dan seragam tersebut kemudian masih dikenakan sampai sekarang.  


Koordinator grup rebana, Bisri mengatakan Al-Jawahir yang berada di Dukuh Sendang Sari RT.03 RW.02 dibentuk awal Oktober 2019 silam. Sesuai dengan namanya, Al-Jawahir bermakna permata-permata. “Seiring harapan bahwa pemuda lingkungan sebagai aset lokal mampu menjadi permata yang bisa memberikan kilauan sebagai ‘cahaya penerang’ bagi warga lingkungan sekitar Sendang Sari,” katanya. 


Dikatakan Bang Gundul sapaan akrabnya, Al-Jawahir juga menjadi ruang bagi pemuda lingkungan untuk senantiasa berbuat, berbagi, dan berkontribusi kepada lingkungan berbasis sosial dan keagamaan serta pelestarian budaya Nusantara. 


“Al-Jawahir merupakan wadah untuk berlatih dan berproses untuk membiasakan kepada hal-hal yang positif, diharapkan menjadi budaya positif yang nantinya melekat pada diri pribadi dan menuju pada terbentuknya budaya lingkungan yang positif pula,” tambahnya. 


Selain mempunyai arti, grup rebana ini juga memiliki singkatan Jam’iyyah Shalawat Hubbu Ila Rasulillah. 


Meski personil grup rebana sudah memasuki usia dewasa, namun Al-Jawahir juga tetap didampingi seorang pelatih, Firmansyah. Personilnya berjumlah 18 orang. Setiap tanggal 5, 15, dan 25 rutin melaksanakan latihan. Pada malam Jumat Wage ada kegiatan rutinan. 


Dengan membawakan genre shalawat Jawa Al-Jawahir sudah pentas di Desa Ngabul dan sekitarnya termasuk pernah menjadi grup pembuka pengajian bersama Gus Miftah. 


Hal lain ditambahkan Ketua MPSS, Nurul Sya’roni. Dikemukakan, lahir dan berangkat dari organisasi kecil lingkup RT yang minim dukungan, Al-Jawahir hadir memberikan warna dan kemasan yang berbeda dalam misi syiar dan budaya. 


“Hanya berbekal ide bersama dan niat yang kuat hadirnya Al-Jawahir diharapkan mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat dalam menggelorakan shalawat. Ini unik. Karena kami bukan lahir dari sebuah organisasi keagamaan,” pungkasnya. (sm)

No comments:

Post a comment