Berita Duka di Tengah Touring KMJD - Soeara Moeria

Breaking

Tuesday, 1 December 2020

Berita Duka di Tengah Touring KMJD

KMDJ berfoto di depan Museum Kartini Jepara.

Jepara, soearamoeria.com - Keterbatasan tidak menjadi alasan seseorang untuk berkarya. Dengan keterbatasan KMDJ (Komunitas Motor Difabel Jepara) telah membuktikan bisa berbuat lebih daripada yang lain. KMDJ-HDI Touring 2020 merupakan kontribusi nyata teman-teman penyandang disabilitas untuk kemajuan bangsa.


Hal tersebut disampaikan Subchan Zuhri, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara saat melepas rombongan KMDJ-HDI Touring 2020 di halaman KPU Jepara, Rabu (2/12/2020).


Lebih lanjut Subchan berpesan agar perjuangan teman-teman KMDJ dalam mengampanyekan hak-hak penyandang difabel tidak berhenti pada touring 12 kota di Jawa Tengah.

“KPU Jepara selalu memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih, juga pelibatan teman-teman difabel dalam simulasi pemilu maupun pemilukada. Mudah-mudahan ke depan bisa melibatkan teman-teman dalam hal-hal teknis kepemiluan, seperti pelipatan kartu suara dan sebagainya,” kata Subchan.


“Kami berpesan agar selama touring mengampanyekan hak penyandang difabel tetap mematuhi protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan memakai handsanitizer,” ujar Subchan sambil menyerahkan secara simbolis masker dan handsanitizer kepada Ketua KMDJ M. Syamsuddin Jenggot.


Selanjutnya, rombongan touring KMDJ yang terdiri 7 motor difabel roda tiga model sespan bergerak menuju Bawaslu Jepara, Mapolres Jepara dan Makam Sultan Hadlirin Mantingan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kudus.


Perjalanan Jepara ke Kudus dipayungi cuaca yang cukup cerah dengan sedikit mendung. Namun, pada saat di KPU Kudus, tiba-tiba turun hujan deras. Seolah memberi isyarat agar berhenti sejenak.


Sekitar pukul 13.00, melalui WA group tersiar kabar bahwa Mursalin, salah satu anggota KMDJ yang sedang dirawat di rumah sakit mengalami kondisi kesehatan yang menurun. Dan pukul 14.22 ia dinyatakan telah meninggal dunia.


Duka menyelimuti rombongan touring KMDJ. Namun, perjalanan tetap harus berlanjut. “Kita berhenti sejenak di rumah Mas Sahid Mejobo, untuk mendoakan Mas Mursalin,” ujar Faisol, pemimpin rombongan.


Rombongan pun berhenti sejenak, membaca yasin dan tahlil sebelum melanjutkan perjalanan ke Rembang. (za)

No comments:

Post a comment