Peringati Hari Disabilitas Internasional KMDJ Singgahi 12 Kota di Jawa Tengah - Soeara Moeria

Breaking

Monday, 30 November 2020

Peringati Hari Disabilitas Internasional KMDJ Singgahi 12 Kota di Jawa Tengah

 

Kegiatan City Touring KMDJ Oktober lalu. 

Jepara, soearamoeria.com - Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ) akan melakukan tour ke 12 kota dan kabupaten di Jawa Tengah pada Rabu – Senin (2-7/12/2020). Kedua belas kota/ kabupaten itu adalah : Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Kota Surakarta, Boyolali, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Demak.


“Touring kali ini dalam rangka Hari Disabilitas Internasional 3 Desember, Hari Anti-Korupsi se-Dunia dan Pemilukada Serentak 9 Desember,” kata Faisol, ketua panitia KMDJ-HDI touring 2020.


Kegiatan KMDJ ini mengusung tema Pemilukada Damai, Bersih dan Ramah Difabel sebagai bagian dari upaya penyadaran terhadap hak-hak kaum difabel. Di samping hak politik, sebenarnya ada juga hak aksebilitas dan hak hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat yang perlu diperhatikan dan dipenuhi oleh para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun stakeholder lainnya. 


“Kami sengaja memanfaatkan momentum HDI tahun 2020 ini yang beriringan dengan Hari Anti-Korupsi se-Dunia dan Pemilukada Serentak pada tanggal 9 Desember nanti, sebagai ajang kampanye penyadaran akan hak-hak kaum difabel,” ujar Faisol penyandang disabilitas paraplegia.


Lebih lanjut ia mengatakan akan singgah ke KPU kabupaten/ kota, KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi, DPRD Provinsi dan posko paslon peserta Pemilukada untuk menyampaikan pesan dan rekomendasi agar memberikan perhatian kepada hak kaum difabel dan mengusulkan peraturan daerah tentang penyandang disabilitas sebagaimana perda nomor 7 tahun 2019 yang telah disahkan DPRD Jepara pada 9 Desember 2019 setahun lalu.


“Kami akan menanyakan kepada KPU kabupaten/ kota, apakah sudah ada template khusus bagi kaum tuna netra, akses bagi teman-teman tuna daksa yang berkursi roda maupun form khusus yang menyatakan sebagai pemilih kaum difabel. Pengalaman kami selama ini, teman-teman tuna rungu wicara seringkali dianggap sebagai orang normal dengan form pemilih normal hanya karena petugasnya tidak mau ribet,” sambung Faisol.


Sementara itu, Ketua KMDJ M. Syamsuddin menjelaskan bahwa touring ini diikuti 7 motor roda tiga model sespan. “Persiapan fisik maupun motor difabel telah kami lakukan semaksimal mungkin. Servis besar telah kami lakukan. ganti oli, ganti ban, ganti kampas rem, lampu sign maupun persiapan lainnya.  Kami juga akan membawa teknisi dan mekanik dari bengkel difabel Mbah Jimin Lebak,” ujar pria yang akrab disapa Cak Soden Jenggot.


“Semoga saja kami bisa mengajak tenaga medis dan membawa mobil ambulance untuk jaga-jaga  selama di perjalanan,” harapnya. 


“Semua pengendara sepeda motor difabel roda tiga anggota KMDJ yang ikut touring kali ini telah mengantongi SIM D yang dikhususkan untuk pengendara difabel,” pungkasnya. (za)

No comments:

Post a comment