Jakarta dan Serangan Publik - Soeara Moeria

Breaking

Monday, 20 January 2020

Jakarta dan Serangan Publik

Herial Umar Gani Laitupa
Oleh : Herial Umar Gani Laitupa, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang 
Anies Baswedan selaku Gubernur Pemprov DKI Jakarta menyampaikan himbauan kepada seluruh jaiaran Pemproy DKI agar tidak saling menyalahkan dan menuding pada fase ini (masalah banjir). Apa yang teriadi dengan peristiwa banjir ini bukan sebagai bahan salah dan menyalahkan antar pihak. Upaya dan prioritas saat ini jalah seluruh warga Jakarta terselamatkan Diketahui hingga saat ini evakuasi warga masih dilakukan di beberapa daerah. Salah satu dari daerah yang ditelusuri vaitu Cipinang Melavu. Jakarta Timur. Anies mengatakan sekitar 100 orang masih terjebak di rumah dan belum terevakuasi dari banjir yang mengepung Kawasan itu. Dengan kejadian ini kefokusan Pemprov DKI masih tentang evakuasi. Baru setelah semuanya selesai kita lihat apa sumber masalahnya" ujar Anies. Masih ada sederet pertanyaan lain dalam kasus ini tentang masalah banjir Yang sungguh menggangu fikiran saya ialah dimana kecenderungan peristiwa banjir ini merupakan tanggung jawab Bersama dengan mengedepankan segala upaya untuk penanggulangan serta evakuasi warga warga setempat yang kawasannya dikepung banjir, tetapi kesimpangsiuran terjadi dan framing yang dibangun berdasarkan sudut pandang yang berbeda dari beragam pihak mengenai banjir ini bukan tentang apa yang terjadi melainkan masih banyak pihak yang sibuk menilai kineria Pemprov DKI.

Akhirmya muncul stigma yang menvudutkan Pemproy DKI dengan acuan siapa pemimpinnva Bahkan, dengan peristiwa ini banyak ujaran dari beragam pihak yang menimbulkan tendensi danat menjatuhkan wibawa Gubernur DKI itu. emang pejabat public itu media yang tepat untuk sarana mengkritik karena segala bentuk aspek yang terjadi selalu ditangguhkan keppada beliau karena beliau adalah pemegang tanggung jawab. Contoh ini meujuk karena ada beberapa pendapat yang dimana selalu membanding bandingkan Gubernur yang sekarang dan Gubernur yang sebelumnya.
sangat miris sekali dengan apa yang terjadi sehingga menimbulkan pro dan kontra siapa yang lebih bisa dan baik dalam megatasi masalah yang ada di Jakarta. Salah şatunya banjir, tetapi tugas yang wainb dan merupakan beban tanggung jawab bukan tentang masalah pemimpin yang baik atau tidak namun upaya yang bisa mengehendaki agar semua peristiwa yang teriadi ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada satu penvimpangan apapun sekalipun kaitannya dengan kepentingan politik.

Kita semuanya tahu perihal masalah banjr ini betapa sangat memilukan Khususnya bagi para penanggung beban tanggung jawab untuk mengatasi masalah ini pertanyaan paling penting adalah kenapa kasus banjir ini bisa terjadi? Khusus untuk daerah DKI yang dimana kita perlu ketahui dari masa ke masa dan pemipmpin ke pemimpin daerah DKI tetapi semuanya masih saja belum bisa teratası Jangan jangan ada sesuatu yang salah dan secara fundamental dalam upava penanggulangan tentang banjir ini. sejak semula saya sudah meragukan apa yang teriadi dan kondisional DKI dari waktu ke waktu. Bahwasanya ada ketentuan dari proses penerapan program untuk mengatası masalah banjir ini vaitu mereka yang dimana pemangku kebijakan yang bisa dipercayai untuk memenuhi standar
canaiannya Seharusnva dengan tambahan dan kesenjangan atas dasar rencana yang di buat itu menjadi stimuhus. Ironisnya masalah baniir ini meniadi satu alsasan untuk perlawanan kepentingan yang dapat menimbulkan stigma umtuk menguji sikap keprofesionalitas seorang Baswedan.

Profesinalisme dalam kemampuan dan pengetahuan kerja tidaklah penting yang lihat. Yang paling penting adalah kepentingan dari para elit dan tokoh tokoh politik! Sikap ini jelas merusak citra yang sudah dibangun Lalu apa sebenarnya profesionalitas yang ditunjukan oleh pemangku tanggung jawab? Secara signifikan atas apa yang teriadi ini dapat meliputi dua hal pertama.penguasaan tentang segala upava yang direncanakan dan kedua. ketiawaian dalam metode pemberlakuan kebijakan dan program yang dibuat. Karena perubahan yang terjadi ini pada umumnya harus dirubah dengan keberlangsungan segala penerapan Kenapa terjadi perubahan perubahan ini? karena dalam dunia birokrasi tidaklah static. Segala program dan aktualisasinya berkembang terus. Metode penerapannya juga harus berkembang terus. Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan masalah banjir ini sampai kian membuming dengan penitikberatan kepada Gubernur yang salah dalam upava masalah banjir ini tetapi banyak pihak yang menyikapi dengan bukan berdasarkan masalah apa yang terjadi tetapi kekecewaan terhadap Pak Anies. Keberlanjutannya banyak yang menilai bukan dari apa yang dikerjakan tetapi penyerangan buly dan tantangan yang dihadapı pak Anies ini yang saya lihat bukan tentang kepentingan bersama melainkan substansinva personal yang selalu dipersoalkan Jakarta merupakan satu satunya cerobong yang dimana dapat memberikan citra atas kualitas lokalitas dengan konsepsional dengan rangkaian pengupayaan. Sentris dari segala ketetapan yang dilihat, segala sesuatu yang terjadi ini salah satunya mengenai banjir ini dapat kita pastikan akan menjadi bahan bincang dan konflik entah itu dari bagian academis, masvarakat dan elit politis.

Jadi persinggungan atas permasalahan yang terjadi ini kita semestinva sadar dan menunjukan sikap militansin bersama dan jangan apatis dan saling mempersoalkan apa yang terjadi karena perbaikan mengenai masalah kepentingan bersama untuk kemaslahatan khakayak masyarakat Jakarta pada umumnya bukan tentang individualis atau salah siapa dan apa harus dipermasalahkan. Mengingat kita harus tahu Pak Anies sekarang menangani daerah DKI tanpa ada gandingan wakil jadi terpusatkan untuk menangani masalah ini sangatlah terbatasi dengan upaya lakunya, Saya sendiri sangat sesalkan dengan kajadian di Jakarta ini. emang pejabat public sasaran untuk dikritik tetapi kenapa persoalan yang tanpa ujungnya selalu digodong godongkan dengan salah mengenai personal seorang pemimpin apalagi ada banyak pihak yang selalu membanding bandingkan pemimpin dari waktu ke waktu. Apalagi kelompok yang fanatic yang rancu dalam menilai karena proses penyatuan faham dan kepentingan. Syahdannya. jangan terlalu mempeributkan siapa yang salah dan siapa yang tidak berhasil melainkan dari kejadian masalah banjir ini menjadi pembelajaran bersama agar pengurangan dari sumber yang belum diketahui.

No comments:

Post a comment