Pancasila, Jiwa Bangsa Indonesia - Soeara Moeria

Breaking

Friday, 1 November 2019

Pancasila, Jiwa Bangsa Indonesia

Vriska Yulianti

Oleh : Vriska Yulianti, mahasiswi Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang

Pancasila adalah jiwa seluruh Bangsa Indonesia. Semua memiliki jiwa. Di Indonesia, masyarakat Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya. Pancasila menjadi pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat. Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia dan sebagai petunjuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. 

Segala bentuk cita-cita moral Bangsa dan budaya harus bersumber dari Pancasila yang merupakan satu-kesatuan yang tak terpisahkan. Terjaganya Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia, kita harus bisa mewujudkan kedamaian abadi secara kemanusiaan dengan mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indoesia yang adil tanpa adanya suatu persatuan yang mengatasnamakan individualitas selama Pancasila masih menjadi ideologi negara.

Pada saat ini negeri kita sangat miris ketika sudah terlepas dari tangan penjajah, dan menikmati kemerdekaannya selama 74 tahun ini. Kini seharusnya, kita semua membangun, bersaing, dan memajukan bangsa kita, akan tetapi apa nyatanya di generasi millennial tersebut? Generasi millennial sendiri dapat diartikan sebuah generasi yang lahir antara tahun 1980-2000 atau generasi muda masa kini berusia antara 15–34 tahun, nyatanya lunturnya nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara di generasi millennial atau yang popular istilah generasi Y yang seharusnya menjadi acuan bangsa, seperti yang kini terjadi. Kini kita seringkali dipertontonkan dengan aksi kekerasan yang semakin merajalela di masyarakat. Belakangan ini kekerasan atau anarkisme menjadi menggelisahkan masyarakat, bahkan cenderung menjadi keseharian. Fisik kita terlihat maju dan modern, tetapi secara nilai kita mengalami kemunduran dalam hal persatuan dan kesatuan.
       
Kenyataan bahwa bangsa ini memiliki keragaman yang tidak dapat diingkari adalah potensi konflik yang sangat besar. Inilah faktanya sekarang, masyarakat mulai kehilangan nilai-nilai Pancasila yang menekankan multikulturalitas, Kebhinekaan dan nilai keadilan. Pancasila hanya menjadi simbol masyarakat tanpa adanya aspek nyata dalam kehidupan. Era reformasi seperti saat ini sangat rentan akan bahaya perpecahan yang mengintai, terlebih lagi bagi generasi millennial saat ini.  

Sebab, banyak informasi-informasi yang tidak difilter dan bahkan menjadi tidak terkendali. Bahaya gerakan anti terhadap Pancasila dan gerakan radikalisme juga kini mulai nampak dan merebak di kalangan pelajar serta mahasiswa yang merupakan kelompok dari generasi millenial ini. Minimnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, membuat tidak hanya generasi millennial yang rentan dipecah belah, tetapi juga keutuhan masyarakat Indonesia secara umum.
       
Seharusnya, kita sebagai generasi millennial harus pintar-pintar dalam mengolah segala informasi yang akan kita tampung. Inilah tugas kita sebagai generasi millennial, harus tetap menjaga dan melestarikan Pancasila agar tidak punah fungsi dan perannya. Mempercayai segala konflik yang ada tanpa menyaringnya terlebih dahulu membuktikan bahwa kita tak ada bedanya dengan orang-orang yang hanya bersuara di orasi saja.

No comments:

Post a comment