Mengulas Kebijakan Publik yang menjadi Tonggak Pemerintahan - Soeara Moeria

Breaking

Thursday, 7 November 2019

Mengulas Kebijakan Publik yang menjadi Tonggak Pemerintahan

Kebijakan publik
Judul : Kebijakan Publik
Penulis : Hayat
Penerbit : Instrans Publishing 
Tebal : 134 halaman 
ISBN : 978-602-6293-52-7
Peresensi : Selly Nurlita Sari, mahasiswa Universitas Islam Malang, Fakultas Ilmu Administrasi, Prodi Ilmu Admnistrasi Negara.

Pada buku tulisan Hayat S.AP., M.Si yang berjudul Kebijakan Publik ini membahas tentang kebijakan publik mengenai evaluasi, reformasi, dan formulasi.

Di dalam buku ini menjelaskan Kebijakan publik adalah suatu keputusan-keputusan baik bersifat formal maupun informal yang dilakukan oleh pemerintah yang mempunyai wewenang  dalam pemerintahan. Semua kebijakan publik yang diimplementasikan bertujuan untuk mencapai harapan yang ditentukan oleh pemerintah untuk masyarakat. Pada proses kebijakan publik terdapat tiga pilar yaitu: perumusan kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan. 

Dalam kebijakan publik tentu saja ada undang-undang yang harus ditaati saat pengimplementasian  sebagaimana mestinya. Tujuan dari kebijakan publik itu sendiri yaitu mengembangkan sumber daya secara nasional, untuk mengatur suatu kegiatan, dan mengharapkan kondisi masyarakat yang kondusif dan baik. Pada bagian evaluasi kebijakan publik sendiri yaitu pada dasarnya menilai suatu perencanaan atau pengimplementasian dari suatu ketetapan atau kebijakan yang telah ditentukan.

Dampak positif dari pelayanan publik atau kebijakan publik ini adalah  berkembangnya sumber daya secara nasional sebagaimana hal tersebut menjadi tujuan utama dari kebijakan publik. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan publik ini adalah: kurangnya kejujuran petugas, keterlambatan waktu dalam pelayanan, proses pelayanan yang bolak balik, tidak tersedia tempat atau kotak surat untuk mengadu pelayanan, dan keadaan fasilitas tempat.

Peningkatan terus dilakukan seperti SOP (Standard Operasional Prosedur), standard kinerja, standard pelayanan, sumber daya manusia.

Pemerintah juga terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik seperi peningkatan kualitas pelayanan mulai dari tempat, petugas, sistem dll. Pemerintah juga terus berusaha untuk menghentikan PUNGLI (Pungutan Liar) yang masih banyak kita jumpai, serta pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan suap-menyuap agar kebijakan atau pelayanan publik ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan.

Reformasi yang dimaksudkan disini adalah upaya melakukan perubahan secara fundamental dan menyeluruh dalam bidang pemerintahan (Dwiyanto 2011). Reformasi tentunya membutuhkan konsep dan strategi dalam pencapaian reformasi birokrasi. Sumber daya manusia dan kesadaran manusia yang tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung pencapaian reformasi birokrasi yang diinginkan, karena ada beberapa persoalan yang yang dicantumkan dalam Lampiran Presiden No. 81 tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi. Pertama, organisasi belum sesuai dengan porsinya. Kedua, peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih dengan pengaturan dibidang aparatur negara dan penyelenggaraan negara. Ketiga, sumber daya manusia. Keempat, penyalahgunaan wewenang. Keenam, pola pikir dan budaya kerja. Persoalan diatas sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan reformasi birokrasi.

Pada buku ini juga membahas tentang formulasi kebijakan yang merupakan konsep untuk merencanakan apa yang akan diputuskan dan diambil kebijakannya. Pada formulasi ini membutuhkan beberapa tahap untuk menyusunnya agar efektif dalam pelaksanaan. Pertama, penafsiran fenomen. Kedua, penyusunan agenda kegiatan. Ketiga perumusan masalah. Keempat, identifikasi masalah. Kelima, pemecahan masalah. Keenam, tekhnik pertimbangan keputusan. Ketujuh, penyusunan konsep kebijakan publik. Kedelapan, sosialisasi konsep kebijakan publik. Pada buku ini menonjolkan teori atau pendapat beberapa para tokoh agar pembaca mengetahui banyak definsi yang berkaitan dengan isi materi buku ini. Sedangkan kekurangan pada buku ini mungkin harus menunjukkan contoh kasus atau sebuah masalah dengan cara atau metode penyelesaian yang dicantumkan pada materi sehingga pembaca bisa memperkirakan contoh penerapan pada teori-teori atau cara-cara pada buku tersebut. 

No comments:

Post a comment