Perkembangan Teknologi dan Merosotnya Nilai-nilai Pancasila - Soeara Moeria

Breaking

Thursday, 31 October 2019

Perkembangan Teknologi dan Merosotnya Nilai-nilai Pancasila

Frida Junita
Oleh : Frida Junita, mahasiswi Universitas Islam Malang Prodi Administrasi Publik

Pancasila merupakan ideologi bagi negara  Indonesia. Nah maka dari itu mengajarkan nilai-nilai pancasila sejak dini sangatlah penting, di mana kita sudah mengenal nilai-nilai pancasila sejak kita duduk di bangku dasar.

Dulu di zaman saya masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelum memulai mata pelajaran pagi siswa diterapkan bapak ibu guru membacakan lima teks pancasila. Karena hal ini bertujuan agar setelah anak dewasa kelak nanti akan terbiasa dan bertingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Akan  tetapi penerapan nilai-nilai pancasila pada saat ini telah memudar, hal ini disebabkan karena arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, maka hal yang seperti ini yang telah menggerus rasa nasionalisme dan kebangsaan Indonesia.

Secara perlahan jati diri bangsa Indonesia telah menghilang karena rakyat Indonesia tumbuh di atas kepribadiannya bangsa asing yang mendatangkan kemajuan, tetapi hal ini membuat bangsa kita kehilangan jadi dirinya sendiri.

Sebagian besar masyarakat Indonesia telah beranggapan bahwa pancasila hanya sebagai simbol negara semata. Padahal pancasila bukan hanya sebagai landasan negara kita tetapi sebagai benteng perlindungan, agar kita tidak melupakan budaya sendiri. Tetapi anehnya lagi dengan mudah mereka melupakan begitu saja nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

Contohnya tanggal 23 September 2019 mahasiswa berbagai kampus di Indonesia turun ke jalanan untuk melakukan aksi demo di Depan Gedung DPR. Ribuan mahasiswa ini menolak segala bentuk perundang-undangan yang merugikan rakyat. Di antaranya KPK dan rancangan Udang-undang kitab, undang-undang hukum pidana (RKUHP), serta UU PKS.

Dalam aksinya ini ada beberapa pendemo yang tidak tertib  dalam menjalankan aksinya, seperti aksi demo mahasiswa di Bandung yang melakukan kerusuhan melemparkan batu dalam aksinya sehingga menyebabkan korban luka dari pihak mahasiswa maupun polisi yang sedang berjaga.

Hal ini disebabkan banyak media sosial yang menyebarkan berita hoaks sehingga mahasiswa menjadi anarkis dalam melakukan aksi. Tindakan pendemo yang seperti ini sudah merupakan tindakan bangsa yang lupa dengan nilai-nilai pancasila.

Dalam sila ketiga berbunyi “persatuan Indonesia“ di mana makna sila ini adalah memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-bhineka tunggal ika.
Teknologi pada awalnya diciptakan untuk  menggasilkan manfaat positif, tetapi di sisi lain juga ada yang menggunakan untuk hal negatif. Medsos merupakan alat teknologi yang tidak luput dari pandangan mata anak muda sekarang, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam dunia maya.

Di dalam medsos banyak hal-hal yang positif yang bisa kita ambil seperti halnya penggunakan instagram  dan facebook sebagai jual beli online, tetapi sayangnya di sisi lain banyak pengguna medsos yang menyalagunakannya seperti berita-berita yang lagi memanasnya di kalangan mahasiswa banyak kaum yang tidak bertanggung jawab  seperti membuat berita hoaks sehingga mahasiswa menjadi geram.

Berita hoaks merupakan berita yang harus diwaspadai karena hal seperti ini dapat menimbulkan perselisihan, perpecahan antar bangsa Indonesia. Kita boleh mengikuti perkembangan media sosial tetapi jadilah pengguna medsos yang bijak dan pintar dalam memilih berita jangan terprovokasi atau memprovokasi karena akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. (*)

No comments:

Post a Comment