KH. Abdullah Hadziq Sosok Wirai dan Zuhud

Foto/ Teks; Muhammad Ali 

“Gadah Dunya Tapi Atine Ora Kumantil Marang Dunya”

Jepara, soearamoeria.com
KH. Abdullah Hadziq adalah penerus pertama pesantren Balekambang setelah pendiri atau ayahnya mbah Hasbulloh wafat. Ia dikenal dengan sosok yang wira'i dan zuhud terhadap dunia.

"Gadah dunya tapi atine ora kumantil marang dunya". Itulah istilah yang digambarkan para santri dan masyarakat terhadap sifat zuhud mbah Abdullah. Kezuhudan mbah Abdullah membuat hidupnya sederhana bahkan seperti orang tidak mampu.

"Di kalangan masyarakat, Mbah Abdulloh sering dikenal sebagai wali atau kiai. Namun beliau tidak mau dipanggil wali ataupun kiai. Beliau hanya ingin dipanggil mbah," ungkap Saad salah satu santri.

Mbah Abdullah wafat pada Jum'at, 10 Romadhon 1985. Saat itu santri sedang sahur, sekitar jam empat pagi. Sebelum wafat ia berwasiat agar makamnya nanti tidak dikijing dan bila melaksanakan haul baiknya mengkhatamkan Al-Qur'an.

Haul ke-31 Mbah Abdullah Hadziq dilaksanakan Rabu, (15/06/16). Acara dimulai pukul 16.30 dengan agenda khataman al-Qur'an kemudian dilanjutkan mauidhoh hasanah oleh KH. Ubaidillah Nur Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara.

Tidak kurang dari 5000 santri dan masyarakat berduyun-duyun untuk mengikuti acara tersebut. "Acara ini dilaksanakan tiap tahun, tetapi untuk tahun ini, kita laksanakan di dalam masjid Penggung, karena cuaca sedang gerimis," ungkap Gus Lis, cucu KH Abdullah Hadziq. (bbq)

KH. Abdullah Hadziq Sosok Wirai dan Zuhud KH. Abdullah Hadziq Sosok Wirai dan Zuhud Reviewed by Syaiful Mustaqim on 22:12:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.