Puisi-puisi Ummi Abdillah Azzahro - Soeara Moeria

Breaking

Friday, 27 June 2014

Puisi-puisi Ummi Abdillah Azzahro



Ilustrasi : google.


Musim Tuhan Hilang 

para kiai sembunyi di bilik
dan pendosa mulai menghapusi jejak-jejak Tuhan

para pendeta sibuk paduan suara
abaikan suara lendir di balik semak

musim ini, 
Tuhan hilang, dan baru ketemu saat raya tiba
tak perlu susah kau mencari Tuhan
karena Tuhan membaur 
jadi serpih-serpih semesta

tahukah?
Tuhan tak pernah hilang,
kaulah yang selalu meniadakan-Nya

===

Membunuh Matahari 

aku ingin membunuh matahari
yang membalas usahaku membanting tubuh
hanya dengan titik-titik air asin

aku ingin membunuh matahari


yang menari pongah di atas kepala
berputar ria membuat pening luar biasa

dan aku menghujat matahari
yang menguras tubuhku menjadi kerontang
dan menyiksaku dengan dahaga



= = =

K u b u r a n
 
Namamu tertancap seperti nisan kematian
kau mati dan ciptakan kuburanmu sendiri disana
dan hujan adalah tetes yang bangkitkan kau
dari kedalaman bumi. Segarkan otakku


untuk satukan rangkamu 
lalu kembalikan kau ke kuburan
setelah hujan tunaikan janjinya
 
= = =
 
Rumahku Tak Berjendela 
 
mataku hanya punya empat sudut
rumahku tak berjendela
jendela hanya membuat matamu menjadi merah, kata ibu
tak perlu jendela jika hanya ingin melihat garis gerimis

                                      jika hanya ingin dengar percakapan angin
                                      jika hanya ingin menanti pangeran
jendela tak perlu lagi di rumah, bukankah kau sudah punya
kotak persegi berisi paket satu untuk segalanya
 

No comments:

Post a comment