![]() |
| Dr. Bherrio Dwi Saputra, M.Pd., Selaku Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (IKASATA) saat menyampaikan sambutan. |
Yogyakarta, soearamoeria.com - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (IKASATA) mendorong para lulusan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Para wisudawan diharapkan mampu mengembangkan diri dengan membuka jejaring dan memperluas koneksi seluas-luasnya sebagai bagian penting dalam membangun karier dan kontribusi di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. Bherrio Dwi Saputra, M.Pd., Selaku Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (IKASATA), menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki ruang kehidupan yang lebih luas.
Menurutnya, ijazah dan kompetensi akademik merupakan modal penting, tetapi kemampuan membangun hubungan, komunikasi, kolaborasi, serta jejaring profesional juga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan seseorang di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa jejaring alumni merupakan salah satu kekuatan besar yang perlu terus dikembangkan. Para lulusan UST tidak hanya diharapkan menjadi individu yang berhasil secara personal, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem alumni yang saling mendukung, berbagi pengalaman, membuka peluang, serta menciptakan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Bherrio, semakin luas jejaring yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk bertukar gagasan, memperoleh pengalaman baru, mengembangkan kompetensi, hingga menciptakan peluang kerja dan usaha.
“Jejaring bukan sekadar mengenal banyak orang, tetapi bagaimana kita membangun hubungan yang saling memberikan manfaat. Alumni harus hadir sebagai pribadi yang terbuka, mau berkolaborasi, dan mampu membawa nama baik almamater di mana pun berada,” katanya.
Lebih lanjut, Bherrio mengajak para wisudawan untuk tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Tamansiswa yang menempatkan manusia sebagai pribadi yang memiliki kemerdekaan untuk berkembang sekaligus memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen IKASATA juga mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan almamater sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus terus dijaga.
Menurutnya, keberhasilan seorang alumni pada akhirnya tidak hanya diukur dari jabatan, pekerjaan, maupun capaian ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan jejaring yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Mari kita bawa nama baik UST ke mana pun kita melangkah. Jadilah alumni yang mampu membuka jejaring, memperluas koneksi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat. Karena alumni yang kuat adalah alumni yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menguatkan almamater dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para wisudawan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan baru. Dengan kompetensi, karnegara semangat belajar, serta jejaring yang luas, lulusan UST diharapkan mampu mengambil peran strategis di tengah perubahan zaman dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (ah)
