![]() |
| UPY komitmen membangun masyarakat yang tangguh hadapi bencana. |
Yogyakarta, soearamoeria.com - Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menegaskan komitmennya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
Salah satu wujudnya adalah program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan di SD Negeri Karangjati, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sekolah ini digandeng sebagai mitra pelaksana sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata dukungan UPY terhadap penguatan kesiapsiagaan bencana sejak jenjang pendidikan dasar.
Program ini digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPY sebagai bagian dari peta jalan pengabdian kampus dalam pengembangan wilayah yang tangguh terhadap bencana.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Zela Septikasari, M.Sc., M.Pd. selaku ketua tim PKM dari Program Studi PGSD UPY, bersama anggota tim Dr. Ningrum Perwitasari, M.Pd. dan Deri Anggraini, M.Pd., serta didampingi mahasiswa Albita Intan Viola dan Sekar Asti Andini.
Sebelum masuk ke tahap inti, tim PKM lebih dulu melakukan observasi awal terkait persoalan kebencanaan di SD Negeri Karangjati pada 5 Maret 2026. Setelah itu, program dilanjutkan dengan tiga kali pertemuan utama yang digelar antara Juni hingga Juli 2026.
Rangkaian kegiatan disusun mengikuti tiga pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana, yakni terwujudnya fasilitas sekolah yang aman, manajemen bencana yang tertata di lingkungan sekolah, serta penguatan pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
Pada pertemuan pertama (17/6/2026), kegiatan dibuka dengan pretest, pengenalan konsep SPAB, dan kajian risiko bencana di lingkungan sekolah, mencakup penelusuran sejarah bencana setempat, identifikasi serta pemeringkatan ancaman, hingga penilaian kerentanan dan kapasitas yang dimiliki sekolah.
Memasuki pertemuan kedua (18/6/2026), fokus kegiatan bergeser ke pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah dan penyusunan Rencana Aksi Sekolah, baik dari sisi struktural seperti penguatan sarana prasarana, maupun non-struktural seperti kurikulum kebencanaan, penguatan peran warga sekolah, dan manajemen risiko.
Pada tahap ini juga disusun Prosedur Tetap Tanggap Darurat Bencana, sistem peringatan dini, dan rencana evakuasi yang disesuaikan dengan ancaman prioritas sekolah.
Pertemuan ketiga (28/7/2026) diisi dengan Table Top Exercise (TTX) untuk menguji skenario penanganan bencana, pengecekan kesiapan alat simulasi, hingga puncaknya berupa simulasi bencana yang melibatkan seluruh warga sekolah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi, penyusunan rencana tindak lanjut, post test, dan penilaian mandiri akhir (endline).
Kepala SD Negeri Karangjati, Subirah, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya program ini.
"Terima kasih kepada Tim PKM LPPM Universitas PGRI Yogyakarta atas implementasi program SPAB di sekolah kami. Kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana di SD Negeri Karangjati sangat bermanfaat bagi warga sekolah, khususnya siswa, agar dapat mengetahui dengan baik penanggulangan bencana. Warga sekolah jadi lebih paham tindakan yang dilaksanakan pada saat sebelum terjadi bencana, pada saat bencana, dan setelah terjadi bencana. Warga sekolah sangat antusias, bersemangat, dan berkolaborasi dalam pelaksanaan pelatihan, khususnya pada saat Table Top Exercise dan simulasi bencana. Semoga kegiatan PKM SPAB di SD Negeri Karangjati dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Tim PKM Dr. Zela Septikasari, M.Sc., M.Pd. menyampaikan bahwa program SPAB ini menjadi titik awal bagi sekolah untuk lebih mandiri dalam menghadapi risiko bencana ke depannya.
"Kolaborasi PKM Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di SD Negeri Karangjati bersama dengan Tim PKM LPPM Universitas PGRI Yogyakarta merupakan awal kolaborasi dan penting untuk menjaga keberlangsungan dari program SPAB dari Rencana Aksi Sekolah tentang penanggulangan bencana yang harus dilaksanakan sekolah untuk mewujudkan ketangguhan. Terima kasih kepada Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru dan Karyawan, siswa, dan semua warga sekolah yang telah mensukseskan program SPAB di SD Negeri Karangjati," jelasnya.
Implementasi SPAB di SD Negeri Karangjati menjadi salah satu bukti konsistensi PKM LPPM Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendorong upaya penanggulangan bencana di lingkungan sekolah.
Ke depan, diharapkan semakin banyak satuan pendidikan yang turut mengimplementasikan SPAB bersama tim PKM LPPM UPY guna mewujudkan sekolah yang tangguh menghadapi bencana. Kolaborasi lintas pihak juga terus didorong agar pelaksanaan SPAB dapat berjalan optimal, sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan bencana dapat diminimalkan. (ah)
