Notification

×

Iklan

Iklan

Prof. Nasaruddin Umar: Perguruan Tinggi Islam Miliki Peluang Hadirkan Model Pendidikan yang Khas

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:37 WIB Last Updated 2026-08-20T14:37:04Z

Menag RI Prof Nasaruddin Umar saat melaunching UIN Sunan Kudus, Kamis (20/8/2026). 


Kudus, soearamoeria.com - Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. memberikan kuliah umum sekaligus melaunching Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Kamis (20/8/2026). 


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting perjalanan panjang transformasi lembaga pendidikan tinggi Islam di Kudus, sekaligus peneguhan arah baru UIN Sunan Kudus untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kualitas batin dan peradaban.


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyapa mahasiswa baru, dilanjutkan dengan peresmian Gedung Kuliah Terpadu dan Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus.


Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan sarana dan prasarana dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan UIN Sunan Kudus.


Usai peresmian gedung, Menteri Agama bersama jajaran juga melakukan penanaman pohon sebagai implementasi ekoteologi. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen UIN Sunan Kudus dalam mengintegrasikan nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Selain itu langkah tersebut juga selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama. 


Dalam kuliah umumnya, Menteri Agama mengajak UIN Sunan Kudus untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak sekadar mengikuti pola yang telah dibangun oleh perguruan tinggi lain.


“Kita harus berani bermimpi besar dan berani berpikir lain. Bagaimana menciptakan suatu kampus yang bukan hanya meng-install pikiran-pikiran rasional, tetapi juga meng-install kualitas batin yang mampu mencerahkan dan meneduhkan,” tegas Menteri Agama.


Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki peluang besar untuk menghadirkan model pendidikan yang khas. Karena itu, UIN Sunan Kudus didorong untuk tidak hanya berkiblat atau mengejar ketertinggalan dari kampus lain, tetapi berani menjadi pelopor dengan menciptakan karakter dan keunggulan yang lahir dari kekuatan serta jati dirinya sendiri.


“Jadilah kampus yang pertama. Jangan hanya berkiblat pada kampus lain,” pesannya.


Menteri Agama juga menekankan bahwa UIN tidak semestinya hanya mengejar capaian berdasarkan standar formal maupun indikator pemeringkatan yang telah tersedia. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu menciptakan sebuah keadaan dan kualitas yang bahkan belum memiliki kriteria atau ukuran baku.


“UIN itu jangan hanya mengejar ranking dan standar formal, tetapi create suatu keadaan yang mungkin belum ada kriterianya di dunia. Justru di situlah kampus bisa menemukan keunggulannya sendiri,” ujarnya.


Kehadiran Menteri Agama dalam launching UIN Sunan Kudus juga menjadi bentuk perhatian dan penghargaan tersendiri bagi kampus yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan Islam di kawasan Kudus.


“Kami datang bersama Pak Sekjen. Ini merupakan suatu bentuk penghargaan. Ada alasan mengapa tempat ini kami anggap sebagai sesuatu yang sangat berharga, sebagai super treasure,” ungkapnya.


Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan kilas balik perjalanan panjang lembaga tersebut sejak awal berdiri hingga bertransformasi menjadi UIN Sunan Kudus.


Ia memaparkan bahwa perjalanan institusi tidak dibangun dalam waktu singkat. Berawal dari fakultas cabang, berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang mandiri, hingga akhirnya memperoleh mandat untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kudus.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih UIN Sunan Kudus, baik dalam bidang akademik, penguatan kelembagaan, penelitian, publikasi ilmiah, maupun pengembangan sumber daya manusia dan sarana prasarana.


Transformasi menjadi UIN Sunan Kudus, menurut Rektor, bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan menjadi mandat untuk menghadirkan pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan integratif.


Momentum launching UIN Sunan Kudus pun diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya peradaban akademik baru yang memadukan keilmuan, inovasi, spiritualitas, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan Sunan Kudus.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, para Rektor PTKIN se-Jawa Tengah, para pimpinan perguruan tinggi di Kabupaten Kudus, serta jajaran pimpinan dan sivitas akademika UIN Sunan Kudus. (ta)

close close