![]() |
| Tampak murid SDN Patemon 02 bermain egrang. |
Semarang, soearamoeria.com - SDN Patemon 02 menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dengan penuh suka cita dan kegembiraan pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus sarana belajar yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Sejak pagi hari, suasana sekolah sudah tampak berbeda dari biasanya. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di lapangan utama dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung tertib dan penuh rasa nasionalisme. Pasukan petugas upacara mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dengan sangat khidmat, diiringi alunan lagu bangsa yang menggema di seluruh area sekolah.
Di tengah jalannya upacara, seluruh peserta dengan lantang membacakan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan belajar sungguh-sungguh. Suasana terasa hangat ketika seluruh siswa menyanyikan lagu "Rukun Sama Teman" yang mengajarkan pentingnya kasih sayang dan sikap saling menghargai.
Setelah prosesi upacara bendera selesai, kegiatan dilanjutkan ke acara inti yang paling ditunggu-tunggu oleh para siswa, yaitu festival permainan tradisional. Pihak sekolah sengaja mengangkat tema ini untuk mengenalkan kembali warisan budaya nusantara yang kini kian tergerus zaman.
Para guru memberikan pengenalan dan edukasi mengenai berbagai jenis permainan tradisional kepada para siswa. Jenis permainan yang diperkenalkan sangat beragam, mulai dari egrang, bakiak, dinoboy, lompat tali, engklek, cublak-cublak suweng, hingga jaranan serta banyak permainan seru lainnya.
Tidak sekadar mendengarkan penjelasan dari guru, para murid juga diajak langsung untuk mempraktikkan permainan-permainan tersebut. Lapangan sekolah seketika dipenuhi gelak tawa dan sorak-sorai keceriaan anak-anak saat mencoba menyeimbangkan diri di atas egrang maupun melompati tali karet.
Di balik keseruan dan gelak tawa tersebut, ternyata terdapat unsur edukasi mendasar yang disisipkan, yaitu penguatan kemampuan numerasi. Para guru merancang permainan sedemikian rupa agar konsep matematika dasar dapat dipahami siswa secara alami melalui interaksi bermain.
Unsur numerasi ini terlihat jelas ketika para murid menghitung bersama ritme lompatan atau jumlah poin dalam permainan. Aktivitas berhitung secara spontan ini membuat pembelajaran numerasi terasa sangat kontekstual dan jauh dari kesan menakutkan bagi anak-anak.
Selain itu, dalam permainan seperti dinoboy, para murid dituntut untuk melakukan analisis matematis dan spasial sederhana. Mereka harus memperkirakan sudut, jarak, serta kekuatan tenaga agar target lemparan pecahan genteng dapat kena dengan tepat sasaran.
Kerja sama tim juga mengasah kemampuan logika dan pembagian rasional saat murid membagi posisi serta peran dalam permainan kelompok seperti bakiak. Pembagian peran ini melatih berpikir kritis, menghitung koordinasi langkah, serta menyusun strategi bersama teman sekelompok.
Rangkaian acara peringatan Hari Anak Nasional di SDN Patemon 02 ini berlangsung sangat menyenangkan dan sukses menyemarakkan peringatan HAN tahun ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar numerasi dan melestarikan budaya dapat dikemas secara harmonis dalam sebuah permainan yang edukatif. (ah)
